PENEMUAN SITUS KOLOKENDANG MAGELANG BERMULA SAAT MEMBUAT LUBANG TEMPAT SAMPAH

AWAL PENEMUAN SITUS

Penemuan situs Kolokendang Magelang berawal dari ahli waris pemilik tanah yaitu Menik.

Berdasarkan cerita, penemuan komponen candi dimulai sekitar tahun 2000.

Saat itu, orang tuanya sedang membuat sebuah juglangan / lubang sampah. Cangkulnya menghantam batu. Setelah diteliti, ia menduga batu ini adalah salah satu komponen candi.

Saat ayahnya hendak membuat lubang di tempat sampah pada tahun 2000-an.

Kemudian batu cangkulnya dibiarkan berdiri dulu, setelah beberapa bulan ternyata ditemukan banyak batu- batuan .

Dua tahun lalu, batu itu dilepas dan disuruh diletakkan di atasnya agar bisa dilihat.

Struktur Situs Kolokendang Magelang ini terkubur di bawah tanah akibat erupsi Gunung Merapi ratusan tahun silam.

LOKASI SITUS

Temuan sejumlah batuan candi berada di Dusun Kolokendang, Desa Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang.

Diduga batuan candi tersebut berasal dari lokasi lain yang dijadikan fungsi baru di lokasi tersebut.

Pusat Konservasi Warisan Budaya (BPCB) Jawa Tengah melakukan ekskavasi di situs Kolokendang, Magelang, Jawa Tengah, pada hari Minggu, 7 Februari.

Penggalian ini merupakan tindak lanjut dari ditemukannya komponen batuan candi oleh warga.

Diharapkan dapat menentukan langkah konservasi selanjutnya karena situs ini berada di tanah milik pribadi.

Selama penggalian, ditemukan bebatuan dari komponen candi.

Tetapi bukan merupakan struktur bangunan dan bebatuan tersebut bukan pasangannya.

Beberapa lubang galian yang tidak terdapat komponen candi akan ditutup oleh petugas.

PERHATIAN PEMERINTAH DALAM PENANGANAN SITUS

Namun khusus untuk satu lubang galian yang berisi komponen candi, pihaknya dan pemilik tanah sepakat untuk tidak menutupnya.

Tim Arkeolog melakukan penggalian mulai Sabtu 6-10 Februari. Sedangkan sehari sebelum lay out dilakukan.

Petugas juga belum bisa memastikan secara akurat pada abad berapa komponen candi ini dibuat.

Sebab, hanya sebagian dari komponen candi yang ditemukan dan baru digunakan sebagai kegunaan baru, diduga komponen batunya menunjukkan abad ke-9.

Apakah Situs Kolokendang Magelang Berasal dari Lokasi Lain?

Namun jika digunakan disini tetap akan diselidiki dan dalam pengolahan datanya dapat diketahui dari zaman apa bangunan itu berasal.

Ia mengatakan bahwa temuan tersebut memang merupakan komponen batuan candi, namun sebenarnya bukan pasangan.

Dia menunjuk batu yang ditemukan di kaki dan di atasnya, bukan yang biasa digunakan sebagai pondasi.

Temuan tersebut menyimpulkan bahwa meskipun penggunaan komponen candi dimungkinkan dari lokasi lain, kemudian dibawa untuk digunakan sebagai fungsi baru.

Berdasarkan profilnya, komponen batunya menunjukkan peninggalan dari abad ke-9.

Lanjutan dari proses ekskavasi ini dapat dijadikan bahan untuk mencari kesimpulan dari temuan ini.

Kesimpulan sementara, bebatuan yang dilepas sekitar tahun 2018 menunjukkan adanya beberapa komponen yang lebih dominan pada tubuh dan atap candi.

HUBUNGAN SITUS DENGAN SEJARAH INDONESIA

Khazanah Sejarah Indonesia

BPCB masih akan menyelidiki temuan tersebut lebih lanjut.

Setelah menemukan nilai sejarah penting di situs tersebut, pihaknya akan menentukan langkah-langkah yang tepat dalam menjaga situs tersebut.

Diketahui, laporan situs Kolokendang diterima BPCB Jawa Tengah pada 2018 lalu.

Situs yang berada di pekarangan rumah warga tersebut kemudian ditangani secara bertahap hingga proses penggalian dilakukan hingga saat ini.

BPCB Jawa Tengah melakukan penggalian di 20 tempat di lokasi tersebut .

Dari jumlah tersebut, petugas hanya menemukan komponen candi di beberapa lokasi.

Sekian ulasan tentang penemuan terbaru Situs Kolokendang Magelang yang dapat kami ulas pada artikel kali ini, semoga bermanfaat.

Penulis: Robith

Editor: Yohan

(Visited 17 times, 1 visits today)

yohan Indrawijaya

Share

2 Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment