SALAH COMOT DALIL SOAL HARAMNYA ZIARAH KUBUR

Last modified date

Comments: 0

Tradisi ziarah kubur di Indonesia

K.H Marzuki Mustamar mengatakan bahwa dalil yang mengharamkan ziarah kubur yang disampaikan oleh ust Jawaz adalah tidak nyambung.

Berikut translasi pengajian yang disampaikan KH Marzuki mustamar pada saat mengisi sebuah pengajian di suatu daerah .

PENJELASAN KH MARZUKI SOAL DALIL YG DISAMPAIKAN UST JAWAZ

(Pembukaan)

Kira kira 5 hari yang lalu, TV RODJA Bogor, yang itu memang milik Wahabi menyiarkan pengajian, yang ngaji ustadz Jawaz. Menyampaikan tentang dalil haramnya ziarah kubur. Dalilnya itu menurut dia alQuran surat Fathiir ayat 13, 14. Bunyinya: Allah berfirman kepada orang musyrik yg menyembah berhala. Firmannya Allah begini:

اِنْ تَدْعُوْهُمْ لَا يَسْمَعُوْا دُعَاۤءَكُمْۚ وَلَوْ سَمِعُوْا مَا اسْتَجَابُوْا لَكُمْۗ وَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ يَكْفُرُوْنَ بِشِرْكِكُمْۗ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيْرٍ

INTAD ‘UU HUM LAA YASMAA’UU DU’AA AKUM WA LAU SAMI’UU  MASTAJAABUU LAKUM . WAYAUMAL QIYAAMATI YAKFURUU NA BISY SYIRKIKUM. WALAA YUNABBIUKA MITSLU KHOBIIR.

( Jika kamu menyeru mereka, mereka tidak mendengar seruanmu, dan sekiranya mereka mendengar, mereka juga tidak memperkenankan permintaanmu. Dan pada hari Kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu seperti yang diberikan oleh (Allah) Yang Mahateliti. )

Mari kita pahami bersama sama,  apakah ayat itu melarang ziarah kubur apa tidak?

Menurut  ust Jawaz (yang memang wahabi), katanya ayat itu dalil yang melarang ziarah kubur.

Terjemahnya, Allah berfirman: Mukhootiban lihaa ulaa il musyrikin. Berfirman kepada orang orang musyrik yang menyembah berhala. Hai orang musyrik. Kenapa /ngapain berhala kamu sembah? Berhala itu kamu panggil tidak bakal mendengar. Andaikata dengarpun juga tidak bisa menjawab.

Nah, ayat ini jika dijadikan dalil, betapa blo’on bodoh pekok nya kaum musyrik. Berhala tidak bisa mendengar kok disembah. Tidak bisa mendengar kok dipanggilin. Kalau itu dalil untuk menyalah nyalahkan orang musyrik, maka maklum.

Tapi katanya ustadz Jawaz,  itu juga menjadi dalil untuk mengharamkan ziarah kubur. Lha terus ini kan nggak ketemu sama sekali gitu lho. Ketemu berapa perkara, ayat melarang orang musyrik menyembah berhala (lantas) dipakai dalil untuk melarang ziarah kubur. Sepertinya teman teman wahabi macam ustadz Jawaz itu, menganggap orang ziarah kubur itu menyembah wali?. Dikira (mohon maaf) memanggil manggil wali.

“Wahai sunan ampel, panjangkan umurku!, wahai sunan ampel, besok saya mencalonkan DPR, jadikanlah! Dikira orang ziarah itu minta minta, berdo’a doa, menyembah nyembah, kepada wali. Ke kuburan. Disamakan dengan orang musyrik yang memang berdo’a, meminta, kepada berhala.

penjelasan pak kyai

Padahal kita ke makamnya sunan Ampel (kalau cara saya ) dari areal makam mengucap salam.” Assalaamu alaikum yaa ahlal qubur. Atau yaa ahlad diyyar minal muslimin wal muslimat. Wal mukminiina wal mukminaat. Wa inna Insya Allaahu bikum laahiquun“. Ya apa ya? Tidak menyembah kubur toh? Wong salam ke ahli kubur yang itu diperintah oleh nabi dalam hadist bukhori muslim.

Habis gitu kita masuk terus ke makam sampai dekat ke makam sunan ampel. Disitu salam lagi. Cara Jawa nya Assalaamu alaikum yaa raden rohmat. Assalaamu alaikum yaa mbah Sunan Ampel. Cukup salam salam, duduk. Terus kirim doa diawali dengan kirim hadiah fadlilah Fatikhah kepada KAnjeng nabi, keluarga, putra, sahabat, nabi nabi lain, ulama, wali wali danseterusnya. Ilaa hadhroti…..lahumul Faatikhah. Apakah ini nyembah kuburan? Ya tidak dong. Ini mendo’akan kok.

Habis itu membaca surat Yaasin. Setelah membaca surat Yaasin, membaca tahlil. Setelah membaca tahlil, berdo’a. Ya kan? Nah do’a nya bagaimana? Berdo’a minta kepada Tuhan ALLAH apa berdo’a minta kepada wali?

Kalau saya berdo’anya begini: Allaahumma yaa ALLAH, taqobbal wa awtsil tsawaabamaa qoro’naahu min suurotil fathiikhah wa suuroti Yaasiin . Ya ALLAH terimalah seluruh apa yang kami baca tadi, mulai Fatihah, qulhu, falak, annas, alif laam miim, ayat kursy, lillahi maa fis samaawaati, kalimah thoyyibah, sholawat, istighfar, dzikir, bacaan Yaasin,… ya ALLAH, mohon Engkau terima!. Hadiahkanlah, berikanlah fadlilahnya kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, putera puteri nabi, shohabat, nabi nabi lain para syuhada, para ulama, para wali dan seterunya.

Adakah kalimat yang menyembah ke kuburan? Itu namanya kirim do’a.

tawassul

Setelah itu kalau pingin tawassul. Paling paling tawassulnya begini. Yaa ALLAH, dengan karomah yang engkau berikan kepada mbah sunan Ampel, saya minta, yaa Robb……….. Mintanya kepada Gusti Allah tapi nyebut karomahnya wali. Ini namanya berdo’a kepada Allah,  meminta kepada Allah, lewat tawassul wali. Sama sekali tidak musyrik, sebab tidak meminta minta kepada kuburan.

Ayat yang saya sebutkan tadi, “Hai orang musrik, ngapain kamu nyembah nyembah kepada berhala itu? Berhala itu kau panggil juga tidak mendengar. Meskipun dengar juga gak bisa jawab”. Ayat ini kalau dibuat menyalahkan orang musyik memang salah. Tapi kalau ayat ini dipakai menuduh orang ziaroh itu dikatakan sebagai musyrik, dengan alasan meminta minta di dalam kuburan, ya salah alamat! Wong kita ziaroh tidak pernah minta minta ke kuburan. Kirim do’a, mengucapkan salam, sambung hati umat dengan ulama harus tetap sambung.  Sesama imannya harus tetap bersambung. Kalau urusan do’a mintanya kepada Allah lewat karomah wali.

Inilah para hadirin, ngawurnya orang wahabi ini. Mereka mengharamkan ziarah walisongo, tapi dalilnya lucu. Makanya orang seperti itu kalau diajak kumpul sama kyai kyai  (untuk diskusi) tidak mau. Karena apa? Takut ketahuan gobloknya.

Wassalam.

admin

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment