MENGHADIAHKAN PAHALA : BISAKAH?

Kajian Buya Yahya Zainul Ma’arif, 23 april 2017, sumber disini:

APA SIH HADIAH pahala DO’A ITU?

Q: Saya Fami dari madiun. Saya mau tanya tentang khilafiyah,  yakni masalah tahlilan. Apakah Imam Syafi’ie memperbolehkan tahlilan?  karena saya pernah dengar tausiah dari golongan yg mengharamkan tahlilan. Mereka menyatakan bahwa Imam Syafi’ie tidak melakukan tahlilan.

A: Tahlilan itu apa sih? Tahlilan itu menghadiahkan pahala kepada orang yang telah meninggal dunia. Sebetulnya orang itu tidak boleh berhujjah dengan hawa nafsu.

Baik. Orang yang mengatakan tahlilan tidak dilakukan oleh imam syafi’ie . Kalau saya memang ketemu dengan orang tersebut, yang mengatakan

Q: tidak boleh tahlilan siapa?

A: Imam Syafi’ie.

Baik. Kenapa kamu hanya menyebut Imam Syafi’ie saja? Yang lain bagaimana? Misalnya. Anggap saja Imam Syafi/ie tidak memperkenankan menghadiahkan pahala, tapi imam yang lain bagaimana? Kan imam kita banyak! Kenapa harus kamu katakan Bid’ah yang tidak dilakukan  Imam Syafi’ie ?

Memang dinukil bahwasanya, menghadiahkan pahala menurut ulama 4 madzhab 3 madzhab (menyatakan ) nyampek kecuali yang dinukil dari Imam Syafi’ie . Jadi Imam Syafi’ie mengatakan Ihdaa’uts Tsawab / menghadiahkan pahala tidak nyampek.

APA SIH IHDAUTS TSAWAB ITU?

Ihdaauts Tsawab itu istilah fiqh yang ada. Ihdaauts tsawaab adalah tahlil. Tahlil  adalah istilah yang sudah dilokalkan. Istilah tahlilan sekarang banyak Laa Ilaaha Illallaah . Artinya tahlilan. Itu adalah menghadiahkan pahala kepada orang yang telah meninggal dunia dari apa yang telah kita baca. Dan menghadiahkan pahala ini ulama berbeda pendapat .Jjumhur ulama dari madzhab Maliki Syafi’ie hambali menyatakan itu nyampek. Dinukil dari Imam Syafi’ie tidak nyampek.

DARI URUSAN SAMPAI TIDAK SAMPAI KOK JADI BID’AH DAN TIDAK BID’AH YA?

Yang harus kita pahami. Ulama berbeda masalah nyampek atau tidak nyampek. Bukan bid’ah atau tidak bid’ah. Kenapa kok berubah menjadi bid’ah dan tidak bid’ah. Itu hanya perbincangan diantara ulama nyampek apa tidak nyampek!. Kalau anda meyakini tidak nyampek ya sudah! Anda jangan lakukan. Akan tetapi ulama tidak mengatakan bid’ah, itu. Imam Syafi’ie pun yang dinukil dari Imam Syafi’ie itu tidak mengatakan bid’ah, Imam Syafi’ie.

Hanya dinukil dari Imam Syafi’ie bahwasanya Ihdaauts Tsawab tidak nyampek. Lalu Imam Syafi’ie tidak melanjutkan. Lalu (kok) jadi bid’ah?. Darimana kok kamu mengatakan jadi Bid’ah?

Kemudian yang bisa menjelaskan adalah murid Imam Syafi’ie sehingga jumhur ulama Syafi’iyyah mengatakan nyampek. Sehingga pada akhirnya 4 madzhab bersepakat.Kalau ada di nukil dari Imam Syafi’ie mengatakan tidak nyampek, tapi kan masih ada imam yang yang lainnya.

Baiklah. Kalau anda ber kekeuh bahwa imam syafi’ie mengatakan  ini tidak nyampek, baik. Hari ini orang Indonesia taklid dengan madzhab Maliki, Hanafi, Hambali dalam urusan tahlilan. Masih mau dikatakan bid’ah lagi? Jadi permasalahannya adalah kalo sudah nggak seneng dengan anda, pokoknya kamu harus masuk neraka. Sesat kamu masuk neraka gara gara tahlilan. Kalo tahlilan ada hujjahnya, dirubah lagi. Pokoknya kamu harus masuk neraka . Tak cari cari kesalahanmu! Ya sudah. Gara gara kamu tawasulan, gara gara maulid nabi, lho kebencian dengan orang kok diperlebar ini?

jangan jangan ini masalah kebencian saja?

Ini permasalahan kebencian. Kalau masalah khilaf diantara ulama, kenapa kita harus menjadi orang yang keras semacam itu? Mereka mengambil qoul ulama’ itu hanya karena hawa nafsu. Ini adalah sangat sederhana. Ihdaauts tsawaab. Bahkan kita bisa nukil dari imamnya orang yang mereka sangat agungkan. Imamnya!

Imamnya orang yang mengingkari tahlilan dan ihdaauts tsawab dengan terang terang mengatakan nyampek dan boleh ,tidak bid’ah. Ini saya ucapkan dihari ini di majelis ini, di media ini, kalo seandainya menuntut dari orang yang anti tahlil mana imamnya? Saya sebutkan. Kalo sudah ada yg nanya bener saya sebutkan dimedia juga. Imamnya mereka yang sangat diagung agungkan. Kalo sudah dinukil dari beliu ini, waa habis semua. Imam syafi’i kalah semuanya. Itu pun ternyata bukan salah satu kitab.  Ada beberapa kitab. Salah satu kitabnya sangat sangat jelas mengatakan (pahala hadiah) nyampek. Menghadiahkan pahala=nyampek. Menghadiahkan pahala itu bahasa lokal kita namanya TAHLILAN.

Ada yang mengatakan tahlil sih boleh. Tapi kalo tahlilan=bid’ah.

jangan mudah menghukumi seseorang dengan bid’ah

Ketahuilah wahai ahli iman!  jaga lisanmu.jaga hatimu. Jangan mudah kita mengatakan orang lain bid’ah dan sesat. ( Seperti ): Menuduh orang berzina , menuduh orang mencuri (itu) dan menuduh orang melakukan bid’ah(itu)dosa gede. Apalagi mereka memiliki hujjah yang jelas. Kita perlu menjalin keindahan.

Dan memang kadang aneh. Disaat kami menjelaskan tentang  tawasssul ada hujjahnya. Maulid nabi ada hujjahnya. Tahlilan ada hujjah nya. Tak tahunya ada orang ngomong “itu buya yahya suka sering ngangkat khilafiyah”.

Ooo.. apa nggak tertukar omongannya? Justru saya ingin menjeaskan permasalahan ini agar orang tidak khilaf dalam hal ini. Saya mengangkat bukan saya mencaci yang lainnya. Kalau anda tidak mau tawasulan, tidak mau maulid nabi tidak mau tahlilan ya silahkan .Anda mungkin anda punya hujjah. Saya nggak mengatakan anda ahli neraka kok! Saya hanya menjaga ummat yang sudah punya kebiasaan bertahun tahun berabad abad ini jangan sampai diadu domba dengan kalimat bid’ah sesat masuk neraka.

Coba, apakah saya mengangakat masalah ini? Lalu mempermasalah?  Bukan!  justru saya ingin menjelaskan. Cuman fitnah selamanya akan fitnah. Ahli fitnah kerjaannya tetap memfitnah. Dimanapun berada.  

khilafiyah bukan masalah qot’iyyah

Saya angkat khilafiyah sebagai sesuatu yang khilafiyah. Yang menjadi masalah adalah orang yang gak paham khilafiyah. Khilafiyah dianggap sebagai masalah Qot’iyyah. Khilafiyah dianggap sebagai sesuatu yang tidak boleh khilaf. Kan jadi masalah! Sehingga kalau tidak ikut dia menjadi syirik ,bid’ah dst.  Mangkanya begitulah. Ada (istilah) maling teriak maling. Ini repot sekali.

Yang suka meributkan masalah khilafiyah,(ini)  siapa? Kita ini mengikuti para ulama yang  mereka tidak pernah meributkan urusan khilafiyah.  Khilafiyah tetap khilafiyah. Tapi ada orang yang tidak paham masalah khilafiyah. Dikit dikit bid’ah, sesat, masuk neraka. Mimbarnya penuh dengan kalimat bid’ah, caci maki. Sampai ulama ulama besar seperti Abuya Sayyid  Muhammad Maliki dibilang penyeru kepada bid’ah dan syirik , Syeikh mutawalli sya’rowi dibilang penyeru penuh bid’ah dan syirik. Orang orang besar habib umar bin hafidz dia bilang penyeru bid’ah dan syirik.

Jika anda ingin data siapa yang mengucapkan Dr.Buthi dikatakan penyeru pada kekafiran dan kesyirikan serta bid’ah, lha ini muncul dari orang orang itu. Dan saya kumpulkan datanya. Kalau nanti dibutuhkan saya keluarkan. Ini loh ungkapan ulama mu yang mencaci ulama lain hanya karena masalah urusan khilafiyah. Berarti kamu yang ndak faham masalah khilafiyah.  Wong membaca rotibul haddad saja langsung dibilang ahli sesat bahkan ini penyeru syirik imam haddad. Imam Haddad sudah wafat bertahun tahun . Innalillah. Dan bukunya indah kalau anda membaca kitab Imam Haddad. Penuh dengan syari’ah. Gak ada penyelewengan. Bahkan Imam Haddad mewanti wanti agar tidak membaca kitab kitab yang tasawuff (akan tetapi yang berat berat)  takut kita salah paham.

Cuman fatwanya jelas fatwa fulan bin fulan dikatakan rotibul haddad adalah banyak bid’ahnya didalamnya tidak perlu dibaca itu kebiasaan sufi  dan sebagainya. Ini saya kumpulkan. Kadang saya ngenes. Saya kumpulkan bukan untuk menyimpan dendam, akan kami ini akan kami hadirkan suatu ketika jika ini dibutuhkan.

banyak orang aswaja tertipu dan tidak menyadari kalau ulamanya sendiri dihinakan

Karena apa? Banyak orang tertipu ,mengagungkan dia,  tidak tahu (kalau) ulama kita dihinakan. Ulama kita dicaci maki. Ulama kita diolok. Inna lillaah.

Ini adalah permasalahan ummat. Kita perlu satu. Umat ini perlu disatukan. Kalo ada menyeru kepada persatuan ummat islam itu yang perlu dipangkas agar tidak cukup kita menyeru bersatu. Akan tetapi yang perlu kita perhatikan adalah siapa  yang gampang menganggap umat islam tidak islam lagi. Kalau kita umat islam ahli sunnah wal jama’ah asy sya’riyah telah satu. Selesai. Tapi yang jadi masalah ditengah tengah adalah “ente kafir” , ente bid’ah, ente syirik, ini kan memecah belah ummat?

Bukan kita (orang) ahli sunnati  wal jama’ah asy’ariyati (kok) . Bahkan Imam Asy asri mengatakan tidak mudah kita mengatakan orang lain syirik. Tidak mudah kita mengatakan orang lain bid’ah.  Tidak mudah kita mengatakan orang keluar dari iman. Ini kan akidah kita. Jadi tidak gampang mengatakan orang lain keluar dari iman .Itu akidah Ahli Sunnati wal Jama’ati Asy ‘ariyaty yang sangat indah dari masa ke masa yang berjaya hingga hari kiamat dan nanti itulah syariat yang di Rosullullah Shollaallaahu alaihi wa Sallama .

yohan Indrawijaya

Share

1 Response

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment