TAHLILAN DI BELAHAN DUNIA LAIN JUGA ADA. TINGGALAN HINDU JUGA KAH?

Contoh buku tahlil

Penasaran dengan tuduhan kelompok sebelah yang menyatakan tahlilan adalah tinggalan Hindu, maka saya jadi penasaran: Apa iya? Saya ini ya baca tahlil tiap malam sabtu dikampung saya lho untuk meningkatkan silaturohmi warga dan menghadiahkan pahala bacaan untuk para ahli kubur pihak shohibul bait ( tuan rumah ).

manuskrip tahlilan jaman dahulu ternyata lebih banyak
Manuskrip ratib yang dilakoni seorang kyai di sebuah ponpes di Ponorogo sekitar tahun 1700 yang isinya adalah bacaan tahlil di era modern ini.

Saya sendiri senang kok jika kedapatan jadi tuan rumah. Tetangga kampung bisa mengunjungi rumah saya, kita bisa lebih erat dalam bermasyarakat karena jama’ah ( kumpulan ) tahlil dan manfaat lain. Walaupun resikonya adalah saya harus mempersiapkan hidangan yang lebih dari biasanya. Jika tiap hari kami sekeluarga harus menyiapkan makanan untuk anggota keluarga 15 piring ( keluarga isi 5 jiwa x makan pagi siang dan malam ), maka kali ini harus menyiapkan sekitar 20 sampai 50 piring.

Para tokoh agama berkumpul untuk tahlilan. Lho kok ada kyai SAS dan Ust. Din Syamsuddin ya? Ah jangan jangan ada sesuatu…( kata kang kaderun ) . Foto dari santrinow.com

Yang penting disini iklas. Ditamoni orang banyak itu menyenangkan. Masak tamu segitu banyak perlakuan kita kepada tamu sangat buruk? Muslim macam apa anda ini? Ya jangan dong. Toh gak tiap hari kan?. Palingan setahun lagi baru dapat giliran lagi . He he he…

Disamping itu, saya juga bisa terbantu dengan bacaan surat Al Qur-an, bacaan tasbih, bacaan sholawat, yang mereka para tamu hadiahkan kepada para ahli kubur dan leluhur saya. Semakin banyak tamu, semakin banyak pahala bacaan di transferkan ke para ahli kubur.

Syaikh Dr. Ali Jum’ah, Mufti Mesir 2003 -2013

Terus apa sampai pahala bacaannya? Saya jawab: Sampai. Kebetulan saya mempercayai pahala bacaan sampai. Yang tidak percaya kalau pahala bacaan itu sampai, ya sudah. itu hak anda.

apa sih tahlilan itu?

Tahlilan ini adalah acara baca do’a dan kirim do’a yang membudaya di bumi nusantara. Bahkan membumi di sana.

Pertanyaannya adalah: Memang tahlilan ini cuman ada di Indonesia? Jawabannya adalah tidak juga. Di belahan dunia lain juga ada. Di Malaysia juga ada. Di belahan negeri yang berpenduduk muslim juga ada. Hanya saja nama istilahnya berbeda beda. Intinya adalah kirim pahala baca’an kepada orang yang telah tiada.

“Jangan berhujjah dengan hawa nafsu” dawuh buya yahya

Apa dalil yang menyuruh kita tahlilan? He he he. rosulullah SAW nggak pernah nyuruh kita untuk tahlilan boss. Cuma sang Rosul memberi tahu bahwa pahala bacaan itu bisa sampai kepada orang yang telah wafat. Rosulullah juga memerintahkan kita untuk selalu bertahmid, bertahlil, ber istighfar, ber sholawat. Nah ini nih yang dirangkum oleh para ulama jadi sebuah buku yang diberi judul tahlilan.

Lha terus dalil larangan melakukan tahlilan ada nggak? He he he. Ya nggak ada lah boss. Masak Rosulullah melarang kita baca kalimat tahlil, kalimat tauhid, kalimat tahmid, kalimat tasbih. Kalimat itu ada di dalam untaian buku tahlilan boss.

BACAAN TAHLIL ADA DI maroko

Tahlilan ini juga ada di negeri Maroko, ujung barat utara benua Afrika.

peta negeri maroko
Peta negeri Maroko, ujung barat utara dari benua Afrika. Algeria adalah Al Jazair.

Maroko adalah negeri yang sebagian besar menganut madzab Maliki dan ber ideologi Asy’ariyah . Mereka menyebut acara ini dengan nama ZARDAH. Zardah adalah acara kenduri ( orang jawa bilang Kenduren) seperti walimah, khitanan, dan kirim do’a. Kirim do’a disini adalah membaca surat dan ayat – ayat Al Qur an, bacaan Sholawat dan hadiah bacaannya dikirimkan ke orang yang telah meninggal.

Syaikh Maulana Maghribi, adalah seorang pendakwah yang makamnya ada di Indonesia. Dikatakan maghribi karena beliau sang wali ini konon katanya ber nenek moyang dari Maroko, Afrika Barat. Walaupun beberapa sumber sejarah mengatakan bahwa Syaikh Maulana Maghribi ini adalah identik dengan MAulana Malik Ibrahim, keturunan Azmatkhan, keturunan Zainal Abidin, keturunan Rosululloh SAW. Sang Syaikh ini berdakwah di Pulau Jawa sekitar pertengahan tahun 1300 an hingga 1419 M, dimana saat itu sedang jaya jayanya kerajaan Majapahit dibawah pimpinan Ratu Tribhuwana dan dilanjutkan dengan Prabu Hayam Wuruk. Majapahit sendiri adalah kerajaan Hindu.

Jika tahlilan ini adalah budaya Hindu, kenapa di Maroko juga ada tahlilan?

bacaan tahlil ada di dagestan

Negeri Dagestan adalah negeri di eropa tempat pemain MMA muslim, Kabib Nurmagomadov. Negeri ini sebagian besar bermadzab Syafi’i dan berideologi Asy’aryah .

peta negeri dagestan
Negeri Dagestan adalah yang di batasi garis garis biru

Seorang diplomat dari Indonesia bercerita bahwa pada suatu hari ia diajak untuk berkunjung ke makam seorang shohabat Nabi Muhammad SAW. Dalam bacaan sang pemimpin doa ternyata mirip mirip dengan urutan bacaan tahlil di Indonesia.

Sebagian warga muslim disini kalau mengunjungi makam juga membaca bacaan 3 Qul Hu ( Al Iklash, Al Falaq, An Naas ), Ayat kursi, Sholawat, Laa ilaaha illallaah ( Tahlil ), mirip dengan bacaan hadiah pahala muslimin Indonesia. Apakah tahlilan ini tinggalan Hindu? Ah…kayak gak mungkin nih..

BUKU YAASIN DI MAKAM JALALUDIN Ar RUMI, TURKI

Seorang wisatawan dari Indonesia berkunjung ke makam sang sufi , Imam Jalaludin ar Rumi, di Konya, Turkey. Di sela sela tempat makam, banyak pedagang buku menawarkan dagangannya. Ternyata apa yang didagangkan? Buku Yaasin! Nah tuh.

Bahkan wisatawan ini bercerita pernah bertemu dengan wisatawan dari negeri Syria, sebelah Turki untuk pergi ke makam imam Jalaludin Ar rumi hanya untuk mencari wasilah. Wisatawan ini sakit. Berarti berwasilah ini ada juga lho di negeri selain Indonesia.

Di Turki juga mirip mirip dengan Indonesia ( atau Indonesia mirip mirip turki kali ya? ) dalam berkehidupan. Sangat beragam.

Berikut ini salah satu konser di Turki yang berisikan nyanyian pujian tahlil tapi penyanyinya berpakaian umum DISINI.

Chanel youtube milik : Abi Zulfazulham

Di Turki juga ada acara baca Tahlil yang di pimpin oleh anak cicit Rosululloh SAW, yakni Syaikh Abdul Karim al Kibrisi. Keturunan Turki dan Dagestan. Masak cucu Rosululloh mengikuti ajaran tinggalan Hindu? Ah, antum pasti ngawur.

Syaikh Sufi Abdul Karim al Kibrisi memimpin acara membaca kalimat Tahlil.

tahlil di pakistan dan jazirah arab lain

Kelayapan di Internet, di Karachi pakistan juga sempat diadakan acara majelis duka atas wafatnya seorang jenderal iran yang diserang oleh drone milik tentara Amerika Serikat. Bacaan ini identik dengan tahlil. Sumber disini. Sayangnya pakai tulisan dan bahasa Arab. Silahkan di terjemahkan. Nanti kalo pakai terjemahan saya, dibilang berpihak.

Yang wafat orang Iran tapi yang kirim do’a malah adalah orang pakistan. Orang Syi’ah lagi. Masak ini tasyabbuh dengan Hindu? Ah gak mungkin kayaknya. Memang Pakistan bekas kerajaan Hindu? Oh mungkin tahlilan ini Tasyabbuh ( meniru / menyerupai ) amalan orang Syi’ah kali ya?. Hadeh…..

tahlilan di yaman

Di Yaman dan Jeddah yang notabene hampir 100% muslim ada kah acara tahlilan? Nah ini inih yang menarik. ada link untuk dibaca disini. Di link ini adalah foto kegiatan tahlilan peringatan wafatnya Habib Abdul Qodir Assegaf Jeddah pada April tahun 2010 lalu.. Sejumlah ulama ulama terkemuka seperti Habib Abu Bakar Al’adani bin masyhur, Habib Zein bin Smith, Habib Umar bin Hafidz, Habib Ali Al Jifri dan banyak lagi yang lainnya

Pada tahun 2013 lalu, saat Habib Mundzir al Musawwa , pendiri Majelis Rosululloh ,yang dimakamkan di Indonesia wafat. Para Habib yang ada di belahan bumi Arab negara Yaman juga mengadakan tahlil untuk kirim hadiah doa kepada sang habib. Infonya disini. Apakah tahlilan disana juga tinggalan hindu ya? Ah pasti antum ngawur.

TUDUHAN ANGKA 7 HARI BERTURUT TURUT, 40 HARI, DST ITU MENYERUPAI AJARAN HINDU: BENARKAH?

Pertama tama kita simak video muallaf yang bercerita tentang budaya tahlilan 3,7,40 hari adalah budaya hindu.

https://www.youtube.com/watch?v=fEpLVQytOr0
Abdul Azis, mantan pendeta Hindu yang sekarang menjadi Ustadz.

Selanjutnya kelompok wahabi yang lebih senang disebut dengan Salafi, malah mengatakan tahlilan ini lebih mendekati perbuatan jahiliyah. Bukan tinggalan Hindu tapi tinggalan Masa masa Jahiliyah ya?.

Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawaz mengatakan jika tahlilan ini lebih mirip perbuatan kaum Jahiliyah, bukan kaum Hindu

Selanjutnya kita simak penjelasan Ustadz Lulusan Maroko, Ustadz Abdul Shomad, Lc. Beliau mengatakan bahwa Tahlilan ini tidak ada masalah.

Penjelasan singkat Ustadz Abdul Shomad tentang yasinan dan tahlilan

Selanjutnya Kyai Marzuki Mustamar menjelaskan tentang dalil tahlilan. Tahlil ini murni meniru ajaran Nabi dan Sahabat, bukan tinggalan Hindu.

Kyai Marzuki Mustamar menjelaskan amaliyah NU dan dalil yang berhubungan dengan amaliyah warga NU tersebut.

Saya bukan kaum dalil. Tapi saya bisa carikan link soal dalil lebih luas dan panjang dengan Klik disini.

Kitab yang di maksud kitab hindu disini adalah kitab Dalil selamatan kematian hari ke 1,7 40, 100 dst. Dalil bisa dilihat di dalam Kitab Manawa Dharma Sastra Weda Smerti hal. 99, 192, 193

Permasalahannya adalah jika ini ajaran hindu, kenapa di negara aslinya, India, acara beginian kok tidak ada? Ada apa ini? Yang ada malah ritual Pitru Paksha, yakni bagi bagi makanan 16 hari. Hmm… ini link contohnya.

Bahkan di bali sendiri acara kirim do’a 3,7,40 hari juga tidak ada. Yang saya tau cuman ada acara ngaben sawa wedana. Itupun bukan kirim do’a. Ini link nya.

Kalau tradisi tahlilan ini dari champa, ada benarnya juga, walaupun Champa sebenarnya bukan hindu. Link disini.

Sebut saja Pak Oka, warga tengger menceritakan bahwa di daerahnya kalau ada warga hindu meninggal ya sudah, di kubur saja. Do’anya di Pura. Lha terus yang selamatan 3,7,40,100 dst apa juga diadakan? Dia menjawab “Ooo tidak ada itu”. Jangan jangan kelompok yang menuduh tradisi tahlilan ini adalah tasyaabbuh ini malah meniru budaya orang tengger ? Sumbernya coba baca di sini.

PENUTUP

Sebetulnya mengatakan tahlilan adalah tasyabbuh dengan orang Hindu adalah sangat sesat dan menyesatkan. Ini adalah tuduhan dan fitnahan kaum anti majelis dzikir. Bisa dipelajari disini.

Jadi pesan saya, janganlah selalu mencari-cari alasan untuk melarang orang tahlilan dengan memasukkan macam-macam riwayat atau sejarah yang mana semuanya ini tidak ada sangkut pautnya dengan larangan agama untuk membaca tahlilan/yasinan dan hanya menambah dosa kalian saja !! Jadi selama ini yang mengatakan menurut ceritera bahwa tahlilan, yasinan adalah warisan atau adopsi dari kepercayaan Animesme, Hindu atau Budha ADALAH TIDAK BENAR! Ini hanya sekedar Dongengan Belaka yang diada-adakan oleh mereka yang anti majlis dzikir. Sumber: kompasiana

Sumber tulisan:

  1. Melihat Tradisi Islam di Maroko
  2. Bacaan tahlil di negeri Dagestan, negeri Kabib Nurmagomedov
  3. Acara tahlil di turki
  4. Bacaan tahlil untuk Jenderal Sulaiman yang di bunuh pasukan Amerika
  5. Tabayun kepada umat hindu soal tahlilan.

yohan Indrawijaya

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment