KELAS H 400 WATT YORKVILLE

Membikin kloningan ampli yang berasal dari kelas H terlebih daya 400 Watt sebenarnya lumayan sulit jika tidak memiliki bekal ilmu kloning terlebih lagi jika anda mencoba “menembak” ampli built up seperti YORKVILLE misalnya.

Membikin kloningan ampli kelas H adalah tantangan tersendiri bagi seorang penghobi elektro yang kelasnya sudah mulai paham tentang dunia per -ampli-an.

Kelayapan di Internet, saya menemukan sebuah skema Power yang ada dari sebuah Mixer audio.

Skema ini saya dapatkan dari servis manual sebuah amplifier buatan YORKVILLE SERI M810 ERA 2000-an.

Penampakan Mixer ber-Power ini adalah SEPERTI LINK AMAZON INI.

Mixer ini mencampur 10 input ( 6 mono 2 stereo ) untuk selanjutnya ada ampli di dalamnya sehingga pemilik alat ini tidak repot-repot mencari Power Amplifier. Bahkan tersedia internel Effect untuk itu.

SKEMA

Untuk mendapatkan skema Mixer ber-Power ini silahkan UNDUH LINK INI.

Klik DI SINI Untuk membaca PANDUAN Manualnya.

Dan skema hasil pangkas dan edit adalah seperti di bawah ini:

KELAS H 400 WATT YORKVILLE
Kelas H 400 Watt YORKVILLE M810

Rangkaian power ampli ini terdiri dari beberapa blok, antara lain:

  • Preamp,
  • Penguat tegangan,
  • Servo Driver,
  • OCP,
  • Driver,
  • Stepper tegangan,
  • Final Power amplifier.

Preamp menggunakan IC jenis OPAMP nomer TL074. Ada fitur limiter sinyal yang dilakukan oleh 2 penyearah pada input non inverting OPAMP.

Output dari OPAMP ini selanjutnya melewati transistor signal translator Q5A dan Q6A untuk masuk ke basis Q20A dan Q21A yang bertugas sebagai penguat tegangan / Voltage Amplifier Stage.

Antara output dari transistor VAS ada sebuah transistor yang bertugas sebagai Servo Driver, yaitu transistor Q7A.

Selanjutnya sinyal ini masuk ke basis transistor final Output 2SD2560 / 2SB1647.

Tersedia MOSFET Stepper Tegangan untuk mengisi keperluan arus bagi transistor final jika ternyata pada beban terjadi tegangan yang melebihi supplai rangkaian ini.

PENJELASAN

Tegangan supplai untuk rangkaian ini menggunakan 3 macam , yakni:

  • 15Volt. Untuk mensupplai OPAMP dan Preamp
  • 35V -40 Volt. Untuk mensupplai Low Voltage, dan
  • 60V-70 Volt, untuk mensupplai High Voltage.

Meskipun menggunakan 2 pasang transistor jengkol ( TO-3 ) dan 2 pasang transistor TO-220, akan tetapi amplifier ini telah mampu mencapai daya maksimal sesuai rancangan insinyur.

Ini karena adanya rangkaian seri antara MOSFET sebagai stepper dengan Transistor Final Output sebagai transistor terakhirnya.

Transistor 2SD2560 / 2SB1647 memiliki kemampuan output hingga 130 Watt ( DATASHEETS ). Jika dalam skema tersedia 2 pasang maka memungkinkan untuk 260 Watt.

Sedangkan MOSFET untuk stepper memiliki kemampuan daya hingga 200 Watt ( DATASHEETS ).

Milik Alitools_io

Perlu anda ketahui di sini bahwa karena antara MOSFET dan Transistor Final adalah terhubung seri, maka tentu saja daya yang tertanggung oleh masing-masing transistor juga terbagi.

yohan Indrawijaya

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment