skema ikon dari acoustic 470
Skema ukuran lebih besar ada di dalam artikel ini

ACOUSTIC 470 adalah ampli buatan ACOUSTIC era 70-an yang menerapkan teknik OTL yang memakai tegangan asimetris 92VDC dan menghasilkan output hingga 170 Watt pada beban 4 Ohm.

INFO

Foto milik IRATIONAUDIO seperti di bawah ini:

foto milik irationadudio_com
Klik gambar untuk memperbesar

Ampli ini memiliki rangkaian internal reverb dan memiliki rangkaian efek gitar internal sehingga mempermudah musisi untuk mencoba bermain music dengan suara distorsi.

Equalizer 5 channel tersedia pula di dalam ampli ini meskipun menggunakan teknologi equalizer pasif serta melibatkan induktor / lilitan sebagai jaringan LC kanal frekwensi.

SKEMA

Skema asli amplifier ini terdiri atas preamp gitar, equalizer 5 kanal dan power amplifier. Akan tetapi saya hanya mengambil skema power amplifiernya saja untuk kepentingan review.

Berikut ini adalah skema hasil edit dan pangkas atas skema aslinya:

Seksi Power Amplifier pada ACOUSTIC 470. Klik gambar untuk lebih jelas.

Dari sini nampak bahwa ampli ini menggunakan tegangan tunggal sebesar 92 Volt DC, menggunakan prinsip Output Transformer Less ( OTL ), transistor Final Power nomer part 480037 atau setara dengan transistor nomer 2N3773.

Meskipun OTL, rangkaian ampli ini juga terlengkapi dengan adanya fitur rangkaian servo driver oleh Q415 ( MPSA06 ), fitur pengaman arus lebih pada transistor final oleh Q112 dan Q113.

PENJELASAN

Transistor Power amplifier menggunakan 2 pasang push pull akan tetapi mereka berempat adalah sama-sama transistor jenis NPN semua.

Transistor power nomer 2N3773 ini memiliki kemampuan hingga 150 Watt DC, sehingga akan menghasilkan daya DC hingga 300 Watt. Karena daya audio adalah daya RMS, maka masih memungkinkan untuk menghasilkan daya output hingga 170 Watt RMS pada beban 4 Ohm.

Datasheets di sini: https://www.onsemi.com/pdf/datasheet/2n3773-d.pdf

Kiriman serupa

1 Komentar

  1. I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *