JIKA BINATANG BISA JADI ULAMA, BERARTI BINATANG JUGA PEWARIS NABI YA GUS?

Gus Nur bersholawat. Sumber: Munjiyat Channel.

gus nur, da’i yang out of the box

Kenapa saya katakan Gus Nur atau Sugi Nur Raharja ini adalah da’i yang out of the box? Ya. Karena dakwahnya selalu diluar ke umuman / mainstream . Dakwahnya memang nyeleneh. Selalu kritis terhadap pemerintah, terhadap ormas yang dia anggap pro rezim ( NU oleh gus Nur dianggap pro pemerintah ), terhadap luar islam.

Penulis sendiri selalu dibikin geleng geleng kepala. Ini ceramah apa provokasi ya? ibarat ceramah menyampakan tentang satu atau dua ayat, tapi penjelasan ayatnya selalu lari ke hal hal politik dan provokasi. Bukan pencerahan maupun pengkajian. Kalau semangat dakwahnya beliau, saya acungi jempol. Tapi provokasinya itu yang gak kuat.

Kalau saya perhatikan, gus nur adalah seorang muslim pro khilafah. Karena ia menganggap bahwa hanya ada 2 pilihan untuk memperbaiki negeri ini: hancurkan rezim atau dirikan khilafah! Nah kalau yang ini saya tidak sepakat dengan Gus Nur. Tapi gak papa. Gak ada Gus Nur, Negeri ini gak rame. Betul nggak Gus?

jangan remehkan gusnur. channelnya berpelanggan banyak lho

Dai yang konon katanya punya usaha air rukyah ini beberapa hari lalu membuat heboh kembali dengan video di munjiyat channel. Apa sih Munjiyat Channel itu? Channel ini adalah channel yutup resmi Gusnur. Gusnur adalah seorang Yutuber. Bahkan video Gusnur bersholawat juga ada lho. Suaranya lumayan lho. Subscribernya saat ini 450 ribu. Dengan modal 450 ribu subscriber, setiap Gusnur meluncurkan video baru, maka gus nur berpotensi mendapatkan keuntungan atas iklan pada video nya sebesar xxx perbulan. Cek penghasilan yutuber disini. Channel gusnur telah di lihat sebanyak 82 juta kali. Jika 1000 cpm channel ini mendapat 7 ribu rupiah, maka ada potensi uang ya? wah bisa ditanyakan ke beliau. Yang jelas harus di hormati usahanya. Oya Channel milik Gus Nur semakin intens membikin konten di yutup.

Itulah kenapa tidak heran jika Gusnur selalu menyumbang ribuan anak yatim, ratusan yayasan islam, memiliki properti dimana mana. Dari yutup saja sudah cukup. Belum lagi kalau ada amplopan dari tanggapan ceramah di berbagai tempat. Oh iya. Gusnur punya bisnis macam macam lho. Sukses dah Gus.

Gusnur mengakui dia tidak pernah makan ponpes. Saya sih percaya saja. Ini bisa diketahui dari caranya melantunkan lagu sholawat milik nya. Orang santri pasti tahu makhroj. Ilmu yang dia dapat adalah dari belajar dan belajar terus. Walaupun tidak ada sanad ilmu, tapi dia maju terus dan ngacir tanpa peduli bully-an sekitar sekitarnya.

Ada dugaan mungkin karena kenekatan gus nur dalam berdakwah walau bermodal sedikit hafalan ayat dan hadist dan modal tafsir kontekstual, sering jadi bahan olok olokan kaum santri dan cendekiawan muslim yang harus belajar sekian tahun ,sekian ribu hafalan dan disiplin khas santri. Ya wajar lah. Yang satu menuntut ilmu dengan aturan dan disiplin saja belum tentu lulus, eee gus nur asik aja nyelonong dakwah sana sini.

kontroversi pebruari 2020: binatang bisa jadi ulama

Pada sebuah video yang beredar di medsos, nampak Gus Nur bersama seorang host duduk didepan hadirin. Dalam pengajian tersebut, dikatakan ada ayat yang jelas jelas menyatakan bahwa hewan itu bisa menjadi ulama.

Gus Nur mengambil dalil yang dinukil adalah ayat Al Qur-an surat Fathir ayat 28 yang bunyinya seperti ini: Wa minan naasi wad dawaabi wal an aami mukhtalifun alwaanuh. Kadzaalika innamaa yakhsyallaaha min ‘ibaadihil ‘ulamaa’ yang artinya seperti berikut (versi depag) : “Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. ”

Selanjutnya bermunculan komen di medsos.

Gus Nur meng counter hujatan “para cebong” beberapa hari kemudian.

Ini video croppingan. ini sebenarnya video menit ke 25

Gus Nur membela diri dengan menjelaskan bahwa buaya yang tidak jadi memakan sapi karena tahu sapinya sedang hamil adalah buaya ulama.

Bahkan dalam video panjang dia berani menyindir KH Ma’ruf Amin, wapres RI yang juga mantan ketua NU dan ketua MUI. Wah sungguh berani. Disitu juga dijelaskan ulama berjenis binatang juga ada di Indonesia, yakni Kyai Slamet. Berujud kerbau. Wah edan. Gus Nur muncul dengan pembelaannya disini. Durasi 42 menit.

Gus Nur sudah menyebarkan tafsiran surat Fathir ayat 28 ini sejak pebruari 2019. Gus Nur disebut menganggap Tuan Guru Bajang dan KH Ma’ruf Amin sudah bukan ulama lagi. Di video ini juga ada bantahannya disini.

bagaimana ustadz ahong meluruskan tafsiran gus nur

Ustadz Ahong memberikan penjelasan yang lebih bagus. Dijelaskan secara rinci macam macam tafsir dari para mufassir kaliber dunia bahwa dijelaskan kalau yang takut dengan ulama ya jenis manusia, bukan jenis hewan.

Ustadz Ahong meluruskan penafsiran Gus Nur perihal binatang bisa jadi ulama

Yang menarik disini adalah jika binatang bisa jadi ulama, terus ada dalil yang mengatakan bahwa ulama adalah pewaris nabi, maka pewaris (ajaran) nabi masak berujud binatang? wah . Gus Nur memang aneh.

tanggapan kyai marzuki mustamar, ketua nu

kajian berupa ber format mp3 bisa di sedot disini.

Kalimat Quran “inamaa yahsyallah min ibadihil ulama” itu maknanya bukan kok sukur(asal selalu) khosyiah berarti ulama. Ayam ayam ulama? Nggak begitu! Akhirnya ayam ayam ( ya mohon maaf ) kamu kasih jubah, kambing kambing diberi serban, habis gitu diajak aksi. Aksi apa? “ satu dua tiga” . Ini aksi para ulama yang khosyatullah?. Jangan begitu!

Maksude itu kalau ada orang merasa takut kepada Allah ini tahajud pol-polan sampai kakinya bengkak. Dengan tahajud panjang apa jaminan dia dikatakan khasiyatullah? takut pada Allah? wiridan dzikir sampai nangis-nangis, apa dengan wirid dan dzikir nangis nangis jaminan khosiyatullah? Takut kepada Allah? terus (permisi, mohon maaf ) qobliyah bakdiyahnya beres, sholat dhuha’ beres,  sampai gak karu-karuan apa jaminan dengan melakukan itu (maka jadi ) khosiyatullah? Dia orang yang takut Allah.

Umroh tiap minggu berangkat, tiap bulan berangkat, Seumur hidupnya umroh seribu kali apa jaminan dengan begitu dia disebut khosyah? Kata Qur-an. Yang  bisa khasiyatullah hanya ulama. Lafadz ulama kan yang terakhir? berarti “stressing” nya pada lafadz ulama. Sesungguhnya yang benar-benar bisa takut pada Allah hanya para ulama.

pol polan dan mantap

Tahajjudpun  sak pol pol e ( Full tahajjud maksimum ), berdzikir semaksimumnya, tadabbur se maksimumnya atau apalah kalau sampeyan nggak punya ilmu, nggak ‘ulama tidak bisa disebut Khosiyatullah. Yang bisa benar-benar Khosiyatullah hanya ulama . Ayat itu ya demikian. Terus kenapa kok dikatakan yang benar benar Khosiyatullah hanya ulama? Benar benar khosiya Allah, takut kepada Allah, menyembah Allah,  itu jika:

 Satu.  Dia ngerti betul Siapa yang disembah, mantap tauhidnya mantap ilmu aqidah nya dia ngerti betul bagaimana cara menyembah, fiqihnya, syariatnya, tata caranya, matang betul, sekalian dengan dalil-dalilnya,  terus bisa konsentrasi betul hati menghadap mantap kepada Allah. Tidak ada dendam tidak ada dengki tidak  ada riya’ menghadap kepada Allah. Tasawufnya poll. Ngerti ilmu tasawuf yang mantap ilmu tauhid aqidah nya ,ngerti betul siapa yang disembah mantap betul ilmu syariatnya tata cara menyembah tidak salah sama sekali.  Tata cara mencari rezeki buat bekal menyembah juga nggak nggak salah blas terus menata hatinya bener,  Siapa yang bisa begitu?.Ngerti tauhid poll sak dalil-dalile,  ngerti syariat Pol sak dalil-dalile, ngerti cara menata hati poll sama dalil dalilnya, siapa yang bisa begitu? Kan Ulama! Ya tidak?

Kalau bukan ulama, sujut sak pol pol e ( mentok sujud maksimum), ee ternyata remeh saja: sujudnya keliru. Kakinya nggak mancal.  Nggak jadi disebut menyembah betul. Wong nyembahnya keliru. Nggak jadi dibilang takut betul kepada Allah, wong nyatanya melanggar hukum nya Tuhan, ee dia tidak tahu. Ee ternyata sujud saya keliru dia tidak tahu. Sujudnya pol polan ibadahnya pol polan tapi tanpa ilmu, begini kalo kopiyahan ( pak kyai memiringkan kopiyah ) Dahinya malah ketutupan. Gak jadi Khosiyatullah. Gak jadi ibadallah. Bagaimana disebut takut Allah? Wong syareatnya dilanggar.

Jadi menurut Al qur-an yang benar benar bisa khosiyatullah gak sembarang orang menangis. Gak sembarang orang wiridan. Adalah orang yang benar benar punya ilmu. Ibadahnya pol polan tapi Tauhidnya menclek ( bengkok / serong )terus dia punya gambaran bayangan persepsi Allah punya telinga punya mata punya tangan punya sembarang, terus makan pula. Kelaparan pula. Lalu nyembah pol polan itu yang dia sembah.?

awas nyembah bayangan

Dan kalo itu yang dia sembah, bukan nyembah Allah. Bukan khosiyatullah. Itu nyembah bayangan. Jadi untuk bisa dikatakan benar benar nyembah Allah, harus matang ilmu Akidahnya. Harus matang ilmu tauhidnya. Mereka yang top ilmu tauhidnya, top ilmu syariatnya, top ilmu menata hatinya, ilmu imannya top, ilmu islamnya top, ilmu ihsan nya juga top, punya ilmu betul, itu namanya Ulama.

 Makanya Qur-an nggak salah . Dari sekian banyak orang ahli ibadah itu, Siapa yang disebut Ibadah sungguhan . Siapa yang dikatakan Khosiyatullah sesungguhnya. Yakni yang punya ilmu. Bukan kok kambing-kambing = ulama. Ayam-ayam= ulama.

Kang, belajarlah ilmu Ma’ani lah kang.

Paham ya? Ini dijawab tapi menjawab orang nggak begitu genah. Tidak dijawab kasihan orang awam yang mudah ikut ikutan itu. Bagusnya saya jawab apa tidak ini? Gimana? Saya gak ada niat untuk membantah dia, hanya berniat kalau ada orang awam yang ikut ikutan terus salah paham .

Perkara dia begitu, biar saja wong itu hak asasi nya. Mau masuk neraka ya hak asasi dia. Masak ya saya paksa? Jangankan masuk NU, masuk islam saja tidak boleh dipaksa kok! LAA IQROOHA FID DIIN ( Tidak ada paksaan dalam memeluk agama). Yang penting saya sebagai ketua NU wajib menjaga warga NU jangan ikut ikutan yang seperti begituan.

Sekali lagi konteks saya nggak bantah dengan siapa siapa. Tapi kewajiban saya kuatir karena ada warga NU ada yang  ikutan hal yang begituan, saya wajib menjaga. Deal?

catatan pembanding

Sumber tafsir lain menyatakan bahwa hewan tidak bisa dikatakan sebagai ulama ada di link ini.

Yutub berisikan tafsir ayat ini dgn mufassir Syaikh Muhammad Darwazah disini.

yohan Indrawijaya

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment