SITUS GEDOG BLITAR DAN CERITA JOKO PANGON

TAJUK BACAAN

ASAL PENEMUAN

Tim BPCB Jawa Timur menemukan sebuah struktur batako pada hari kedua penggalian pada hari Rabu, 7 Oktober 2020 di areal Candi Gedog terletak di Kecamatan Sanan wetan, Kota Blitar.

Dua Struktur bata telah ditemukan di bagian dalam pagar di sekitar situs Candi Gedog. Ketua Tim Penggalian Candi Gedog dari BPCB Jawa Timur mengatakan, Tim BPCB menemukan struktur batu bata di kedalaman 1,5 meter.

Pertama, struktur bata mengarah ke timur barat. Yang kedua, susunan bata pada bagian tengah yang menghadap ke arah selatan.

LOKASI SITUS

Situs Candi Gedog adalah sebuah situs yang terletak di Desa Gedog, Kecamatan Sanan-Wetan, Kabupaten Blitar.

Lokasi situs ini dekat dengan Hotel Herlingga Jaya. Bagi anda yang mau menuju situs ini, dari arah Herlingga Jaya lurus ke arah timur menuju pertigaan SPBU Gedog.

Lalu belok kiri ke Jl. Brigjen Katamso, setelah sampai di pos kamling RW 08 kel. Gedog.

Kemudian belok kiri ke Jl. Cokrodipo dan ikuti jalan lurus, lalu anda akan sampai di situs gedog Blitar ini.

Lokasinya DISINI.

PEMERINTAH ANGGARKAN BIAYA EKSKAVASI

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar melakukan survey ke lokasi tersebut dan menemukan koin-koin kuno bertuliskan tahun 1856 serta beberapa bangunan batu bata dan andesit.

Anggaran Rp.160 juta telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan penggalian ketiga di situs Candi Gedog.

Wali Kota Blitar saat memantau ekskavasi Candi Gedog mengatakan, Pemkot saat ini sedang memikirkan langkah-langkah strategis pasca ekskavasi Candi Gedog.

Foto milik SURYA.CO.ID

LEGENDA JOKO PANGON

Legenda Joko Pangon, menurut ( sebut saja ) Karyati, warga sekitar situ ,terdengar dari suaminya. Mertuanya huga pernah menceritakan kisah itu kepadanya.

Masyarakat setempat biasa memanggil Joko Pangon dengan sebutan Mbah Pangon. Joko Pangon sendiri menurut cerita adalah orang yang berasal dari daerah barat, mungkin dari Solo.

Dia lahir dari keluarga Mataram Islam aristokrat atau setidaknya seorang pendekar Mataram. Tugas Joko Pangon adalah menjaga kerbau milik nakhoda Swansang.

Sebagai imbalan dalam memelihara ternak milik sang nahkoda, anak kerbau jantan menjadi milik Joko Pangon dan anakan sapi betina menjadi milik nakhoda.

Keberuntungan berpihak pada Joko Pangon. Kerbau milik juragan ini melahirkan lebih banyak anakan jantan.

Ini membuat Swansang geram, sehingga Sang pemilik sapi mengubah perjanjian dengan Joko Pangon. Anak kerbau jantan menjadi milik sang Nahkoda.

Setelah perjanjian , sapi milik sang nakhoda malah melahirkan lebih banyak lagi anak kerbau betina.

Nakhoda Swansang sangat marah. Ia merasa seperti tertipu. Akhirnya ia memerintahkan sejumlah orang untuk membunuh Joko Pangon.

Untuk melakukan hal tersebut, orang suruhan sang juragan mengikat tangan dan kaki Joko Pangon. Kemudian dimasukkan ke dalam sumur tua di kompleks Candi Gedog.

Berkat bantuan anjing janda Randu Agung, orang – orang menemukan tubuh Joko Pangon terendam di dasar sumur.

ERA MAJAPAHIT

Para ahli memperkirakan bahwa Candi Gedog ini merupakan kompleks candi yang pada era Majapahit.

Penemuan batu yang diduga berupa patung berbentuk kala atau kepala raksasa, serta koin kuno dan bangunan batu bata di Desa Gedog. Selain batu bata besar, sejumlah relief batu juga ditemukan. Relief batuan tersebut diduga kuat merupakan peninggalan Majapahit.

Penemuan Situs Gedog Blitar ini juga memperkuat temuan Raffles pada abad ke-19 yang menyatakan bahwa Candi Gedog memiliki ukiran relief yang indah.

Selain candi, tim juga memperkirakan ada petirtaan atau pemandian untuk para dewa.

  • PENULIS: A.ROBITH H.
  • EDITOR: YOHAN I.

BACA LAGI

(Visited 15 times, 1 visits today)

Penulis Kontributor

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment