PENEMUAN SITUS PENDEM BATU DI KOTA BATU

Last modified date

Comments: 0

FOTO MILIK MALANGVOICE.COM

Situ Pendem ini terbuat dari batu bata dan memiliki lantai persegi panjang, di sekitar kawasan juga ditemukan sumur yang berfungsi sebagai ritual pemujaan.

Tempat ini diyakini mampu menghubungkan dunia bawah (bumi) dengan dunia atas (surga).

Seperti diberitakan sebelumnya, penemuan situs tersebut bermula ketika seorang warga sekitar hendak menanam pohon alpukat di lahan kosong di samping makam keluarganya sekitar sepekan lalu.

Saat menggali tanah, dia kemudian menemukan struktur batu bata. Menyadari bahwa struktur batunya adalah bangunan kuno, ia kemudian melaporkannya ke desa tersebut.

LOKASI SITUS

Lokasi situs ini berada di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, bangunan candi tersebut sudah disebutkan dalam prasasti Sangguran.

Menurut catatan Verbeek tahun 1836 ditemukan di Ngandat, Mojorejo, Kota Batu.

Lokasi keduanya hanya berjarak 1 KM yang dipisahkan oleh Sungai Brantas.

Penggalian dilakukan mulai 9 November 2020 hingga 18 November 2020. Dengan luas bangunan 38 meter.

PERHATIAN PEMERINTAH TERHADAP SITUS INI

Penggalian tahap keempat melibatkan tim yang terdiri dari 8 orang. Masing-masing beranggotakan empat orang dari BPCB Trowulan dan Dinas Pariwisata Kota Batu.

Dana yang dikucurkan sekitar Rp. 150 juta yang dianggarkan melalui P-APBD 2020.

Dana penggalian tahap keempat ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pariwisata.

Dalam penggalian keempat ini, tim juga menemukan koin satu sentimeter yang telah dipatenkan.

Sasarannya adalah membuka eksposur yang lebih lebar agar bentuk dan areanya lebih lengkap.

Penggalian akan dilanjutkan ke arah timur karena diperkirakan menghadap ke arah candi.

Hubungan dengan Sejarah

Balai Pelestarian Warisan Budaya (BPCB) di Trowulan, Jawa Timur, menduga kuat situs purbakala di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu itu merupakan bangunan candi pada zaman Mataram Kuno.

Ada temuan yang mengejutkan saat penggalian tahap ketiga di Situs Pendem di Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Susunan batu bata yang ditemukan dianggap sebagai fondasi sebuah kuil abad ke-10. Keyakinan ini diperkuat dengan adanya sumur yang terletak tepat di tengah-tengah kawasan situs.

Dari area penggalian, terlihat pondasi sebuah bangunan bata berukuran 7,5 x 7,5 meter yang tersusun dari 6 lapis batu bata.

Dimensi batako adalah panjang 35-36 cm, lebar 25-26 cm, dan tebal 9-10 cm. Penemuan ini merupakan fakta baru dalam mengungkap sejarah masa lalu di kawasan Kota Batu.

Sejumlah catatan telah dipelajari untuk memastikan sebuah bait suci pernah berdiri di lokasi tersebut.

Hasil penggalian ini nantinya akan diserahkan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kota Batu untuk digunakan sebagai bahan penelitian baru untuk mengungkap jejak-jejak Mataram Kuno di kawasan Kota Batu.

Khazanah Sejarah Indonesia

Menurut DETIK, situs ini pada 1812 sempat ada dan tercatat, akan tetapi pada awal era1900 candi nya tidak ada.

Banyak yag mengira antara tahun 1812 hingga 1900 candi ini sengaja diuruk, sehingga dinamai pendem ( di uruk / pendam ).

Masyarakat setempat sendiri meyakini kesakralan temuan Yoni dan arca Nandi.

Sekarang keduanya telah diberi akta perlindungan dan menjadi punden desa Pendem.

Situs Pendem di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu ini akan dijadikan situs budaya pariwisata dalam waktu dekat ini.

Berbagai persiapan dilakukan, mulai dari penggalian, pemugaran hingga penataan destinasi wisata.

  • Kontributor: ROBITH
  • Editor: YOHAN

(Visited 29 times, 1 visits today)

admin

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment