KTP SARANJANA QUL HU GENI

Pada suatu hari saya menonton tayangan tentang dunia gaib yang bernama SARANJANA, sebuah daerah yang berada di daerah Kalimantan Selatan.

LOKASI SARANJANA

Lokasi daerah ini di sinyalir adalah SEKITAR SINI.

KONDISI GEOGRAFIS SARANJANA

Apa? Anda tanya kondisi geografis?

Hellow! itu barang tidak terlihat bro! Macam mana bisa lihat kondisi geografis?

Tentu saja tidak bisa dijelaskan kondisi geografis Saranjana ini.

KTP SARANJANA

Sebuah tayangan youtube menjelaskan bahwa seorang manusia biasa bisa menjadi warga negara SARANJANA jika ia memiliki semacam KTP ( Kartu Tanda Penduduk ).

Berikut adalah salah satu KTP yang dimiliki oleh orang tersebut:

ktp SARANJANA
KTP Negeri Saranjana. Youtube: GUSTI GINA

Yang menarik perhatian saya adalah ketika saya membaca KTP.

Di situ terbaca:

  • Bismillahirohmanirohim
  • Qul_hu Geni Bismillah
  • Qul Huwalloohu Ahad
  • Kun Fayakun Maasya Alloh
  • Qodiiron abadan abada
  • Laa ilaaha illalloh Muhammadar rasululloh.

Jika diartikan secara umum akan menjadi seperti ini:

  • Dengan menyebut nama ALLAH Yang Maha Pengasih Maha Penyayang
  • Dengan nama ALLAH: QUL HU GENI
  • Katakan! DIA ( ALLAH ) adalah Satu
  • Jadi! Maka Jadilah ! Semua atas Kehendak ALLAH
  • Mampu Selama-lamanya
  • Tidak ada yang disembah, kecuali ALLAH, Muhammad Utusan ALLAH.

QUL HU GENI BISMILLAH

Menurut saya ini adalah sebuah bacaan amalan Qulhu Geni yang biasa dikenal oleh orang Indonesia khususnya orang Jawa sebagai amalan untuk membunuh bangsa jin.

Saya kemudian heran padahal KTP ini katanya adalah KTP bangsa jin tapi isi ktp-nya adalah lafadz untuk membunuh jin.

Bagi saya ini menjadi misteri, dan yang membikin saya merasa aneh adalah kenapa KTP ini menggunakan tulisan tangan bukan semacam teknologi alat cetak menggunakan mesin cetak atau menggunakan gaya-gaya tertentu untuk sebuah urusan resmi.

Akan tetapi si pemilik KTP ini bersikeras dan menyatakan bahwa KTP ini asli dan Ia mendapatkan dari negeri saranjana sebagai bukti Kalau iya diakui sebagai warga di sana.

Wallahu A’lamu Bisshowab

yohan Indrawijaya