OCL 120 WATT WANGINE WNA120

Potongan skema OCL Wangine WNA120

WNA120 hadir pada era 80-an yang merupakan amplifier OCL buatan WANGINE yang menghasilkan daya hingga 120 Watt.

INFO

Power amplifier ini mampu menghasilkan daya hingga 120 watt pada beban 4 Ohm. Power amplifier ini berproduksi sekitar Era 80-an tepatnya 1983-1984.

Penampakan ampli adalah seperti berikut:

Foto milik hifi-wiki_de

Nampak di sini bahwa transistor SANKEN berwarna hijau dan hitam adalah transistor SANKEN generasi pertama.

SKEMA

Untuk mengunduh skema amplifier WANGINE WNA120 silahkan DONLOT DI SINI.

Berikut ini adalah potongan skema amplifier buatan WANGINE WNA120 pada seksi power amplfier:

OCL 120 WATT WANGINE WNA120

Dari skema di sini bisa kita katakan power amplifier ini terdiri dari beberapa blok antara lain:

  • Pre-amplifier dengan menggunakan teknik diferensial
  • Penguat tegangan dengan menggunakan cermin arus
  • Servo driver
  • Driver amplifier, dan yang terakhir adalah
  • Final power amplifier

Pada artikel ini nampak bahwa resistor feedback yang sebesar 47k ini terbagi dengan resistor input 2K2 sehingga Gain atau penguatan dari rangkaian ini adalah sektor 20 kali.

Karena gambar kurang bagus, maka saya upayakan untuk melakukan gambar ulang.

SETELAH EDIT

Saya menggunakan software PROTEUS trial untuk menggambar skema asli menjadi skema versi baru.

Setelah gambar ulang, maka gambar menjadi seperti berikut ini:

OCL 120 WATT WANGINE WNA120
Seksi Power OCL 120 WATT pada amplifier WANGINE WNA120

Akan tetapi karena fasa yang berbeda antara Q2 dan Q1 maka output dari Q2 harus masuk ke Q4 dulu untuk di balik fasenya sehingga bisa masuk ke basis dari transistor Q6.
Transistor q3 bertugas sebagai stabilizer tegangan pada rangkaian penguat awal
Gain dari rangkaian ini ditentukan oleh besarnya nilai resistor feedback R10 berbanding dengan resistor input R8.

Servo driver di sini menggunakan transistor 2SC1815 yang mana ia bertugas untuk mengadjust arus IDLE pada final power transistor, yang mana penentu arus tersebut berasal dari trimpot yang terletak antara basis dan emitor dari transistor ini.

Output dari masing-masing transistor penguat awal ini masuk ke basis dari transistor untuk penguatan tegangan.

Yang menjadi perhatian di sini adalah pada transistor driver menggunakan resistor emitor yang nilainya lumayan besar, yakni 15K pada masing-masing emitor transistor.

Ini jarang terjadi untuk skema power amplifier pada umumnya.

SIMULASI

Karena skema hasil gambar ulang ini bisa kita simulasi, maka saya juga melakukan tes kaidah amplifier atas hasil gambar ulang ini.

Gambar ualng yang salah terkadang membikin simulasi tidak bisa berkerja dengan baik.

Pada saat skema telah berhasil saya gambar, maka saya mencoba menyuntikkan sinyal sinus 400Hz pada input amplifier dengan sinyal sebesar 1 Vp.

Osciloscope menyatakan bahwa sinyal output adalah 10Vp atau sekitar 7,1Vrms.

Dengan demikian amplifier ini tidak bisa bekerja dengan baik apabila input yang masuk hanya sebesar 1Vp saja.

Selanjutnya saya naikkan sinyal injeksi menjadi titik terbaik hingga sinyal sinus tidak mengalami CLIP atau terpotong.

Sinyal tertinggi yang masih bisa menghasilkan output sinus normal ada pada input 3,4Vp.

Oscilloscope menyampaikan bahwa sinyal output tertinggi adalah 36Vp pada supplai 42VDC.

X

PENJELASAN

Untuk catatan apabila anda melakukan kloning rangkaian ini maka R24 harus anda hilangkan karena lupa belum terhapus dari hasil simulasi.

Dengan demikian apabila amplifier ini menggunakan supply 42 volt maka ia masih mampu membebani speaker hingga 160 Watt dengan impedansi 4 Ohm.

Power amplifier atau final transistor menggunakan transistor berjenis Sanken. Menurut data hasil transistor ini mampu menghasilkan daya hingga 200 watt.

yohan Indrawijaya

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment