OCL 135 WATT MITSUBISHI

Last modified date

Comment: 1

OCL 135 WATT MITSUBISHI adalah sebuah rangkaian power amplifier lawas buatan MITSUBISHI yang menggunakan tegangan supplai 52VDC simetris serta menghasilkan daya audio 135W untuk beban 4 Ohm.

Power ini buatan era 90-an yang termasuk istimewa pada jamannya. Tampil dengan pendingin besar dan tebal serta Elco besar yang tampilan secara terbuka. Demikian pula dengan travo Power.

penampakan OCL 135 WATT MITSUBISHI

SKEMA RANGKAIAN POWER OCL 135 WATT MITSUBISHI

Berikut ini adalah skema asli dari Power DAA10 buatan Mitsubishi yang telah saya potong dan edit.

skema OCL 135 WATT MITSUBISHI

Power amplifier ini terdiri dari beberapa blok rangkaian seperti berikut:

  • Differensial Pre amplifier
  • Penguat tegangan,
  • Servo driver,
  • Driver amplifier, dan terakhir adalah
  • Final power amplifier

PREAMPLIFIER

Pada rangkaian Pre-Amplifier ini menggunakan transistor dengan nomer 2SA847G. Menggunakan Diode zener 12 volt untuk stabilizer tegangan bagi rangkaian pre-amplifier ini.

Rangkaian ini menggunakan GAIN sekitar 30x, dengan melihat perbandingan antara resistor feedback R112 terhadap Resistor input R11 yang berada pada basis transistor Q102

Pada rangkaian Pre-Amplifier ini juga tersedia trimpot untuk DC-Offset, yang mana trimpot itu melibatkan 2 buah penyearah sebagai pembatas ambang 0,5 hingga 0,7 volt plus dan minus untuk memberi bias kepada transistor input Q101.

Putarlah Trimpot ini hingga pada terminal Speaker mendekati sekitar 0,00Volt DC tanpa sinyal.

VOLTAGE AMPLIFIER

Dari output Pre-Amplifier ini akan masuk ke basis transistor Q103 dan Q104 yang mana 2 transistor ini adalah Common Emitor, dimana 2 Emitor bertemu untuk melewati sebuah resistor emitor R117.

Output dari penguat tegangan ini adalah kolektor Q 105 dan kolektor Q 104.

SERVO DRIVER

Antara kolektor Q105 dan Q104 ini terdapat rangkaian Servo Driver yang menggunakan transistor Q106 dan Q107 atau secara Darlington komplementer, yang mana ia bertugas sebagai penjaga tegangan basis antar transistor Driver Q108 dan Q109 untuk menjaga arus Idle bagi transistor final amplifier.

Menurut manual service dari rangkaian power ini, mengatakan bahwa trimpot VR103 bertugas untuk menjaga tegangan pada resistor emitor Q112 dan Q114 itu terjaga antara 3 mili volt hingga 5 mili volt dalam keadaan tanpa sinyal.

THREE EMITTER FOLLOWER

Jika kita perhatikan rangkaian di sini, sebenarnya ia telah menggunakan prinsip Three Emiter Follower ( TEF ) yang mana yang menggunakan sistem tiga tingkat mulai dari Q108 selanjutnya ke Q110 dan paralel Q112, Q113 demikian dengan pasangannya Q109 hingga Q115.

Secara kalkulasi dengan menggunakan tegangan supply 54 volt simetris ini maka rangkaian ini bisa menghasilkan Daya 260 watt pada beban 4 Ohm, akan tetapi insinyur dari pembikin power ini hanya merancang sampai 135 watt saja untuk menjaga kualitas dari audio power amplifier ini.

Ada gambar nampak menyebutkan untuk tegangan negatif ada dua, yakni minus 54 volt dan minus 62 volt DC. Jika anda melakukan kloning rangkaian ini untuk tegangan -62 volt DC bisa anda tiadakan. Akan tetapi anda hubungkan saja dengan tegangan supply -54 volt DC dengan resiko tegangan output pada speaker Anda tidak akan sama dengan rangkaian aslinya.

FINAL POWER TRANSISTOR

Jika kita melihat data sheet dari final power amplifier ini maka transistor nomor 2SC1116 ini memiliki dessipasi daya hingga 100 Watt pada Suhu 25 derajat Celcius.

Ini berarti dengan dua transistor ini mampu menghasilkan hingga 200 watt maksimum dan ini tidak salah jika pabrik menyatakan kemampuan alat hingga 135 watt saja pada beban 4 Ohm.

https://pdf.datasheetcatalog.com/datasheets/savantic/1909.pdf

SEE ALSO

Skema Power amplifier HOME BREW / OMBRO ada DISINI.

Blogspot Yohan tentang AUDIO LINK INI.

1 Response

  1. Nice blog here Also your site loads up fast What host are you using Can I get your affiliate link to your host I wish my web site loaded up as quickly as yours lol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment