YAA SAYYIDI DAN PA600 RUSAK ( BAG 6 )

BEBEB YOHAN

SEBELUMNYA ( BAG 5 )

MASJO mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BEJO karena dengan bantuan meminjamkan kibotnya, maka satu-persatu saudara misanan MASJO dan mbak IS yang rata-rata musisi dan penyanyi ini bisa berkumpul, menyanyi bersama, menghibur para tamu dan kerabat kerja hajatan.

Ketika BEJO pamit pulang, kebetulan bebarengan dengan tamu undangan MASJO yang datang terlambat karena alasan banyak jadwal. Disela – sela percakapan, sang tamu yang ternyata seorang guru ngaji di daerah NGELANTUR, Malang Selatan berkata kepada BEJO:

“Mas BEJO, Romo Kyai titip pesan kepada saya kalau HP 5 Juta-an itu njenengan pakai untuk Ngojek. Beliau juga berpesan kalau mas BEJO sering mendawamkan Sholawat Wahidiyah demi kebaikan bangsa kita, Indonesia, dari bencana PIRUS KOPIT”

Mengetahui pesan seperti itu, BEJO kaget dan segera menjawab:

“Ooh njih tad ( ustad ). Insya Allah dilaksanakan”

Tidak seberapa lama, pak ustad itu pamit kepada MASJO yang barusan bikin hajatan.

“Assalaamu ‘alaikum”

“Wa ‘alaikum Salam”

MASJO yang keheranan dengan pembicaraan mereka berdua, bertanya kepada BEJO:

“Kenal dengan orang itu ya mas?” tanya MASJO

“Nggak” Jawab BEJO

“Lho, saya pikir tadi saudara anggota keluarga besar kita. Ya saya terima saja. Saya juga tidak kenal mas. Ngakunya sih dulur dari daerah Ngelantur dan kasih selamat ke saya dan mendo’akan si HELMI semoga jadi anak Sholeh. Owalah…” kata MASJO

KAYAKNYA KITA SALAH JALAN..

Beberapa Bulan setelah kejadian ini, BEJO mendapatkan undangan kondangan seorang kerabat di daerah nDUREN, Malang Selatan. Karena acara resepsi adalah siang hari, maka pada saat selesai acara si BEJO mengajak isterinya mengunjungi Habib Yohan di Wono Legiman.

Ketika telah sampai dipintu masuk batas desa Wono Legiman, BEJO terheran- heran. Perasaan terakhir kerumah habib Yohan gak seperti ini deh jalannya…

“Ada apa mas?” tanya isteri BEJO perihal motor yang berhenti tiba-tiba.

“Kayaknya kita salah jalan, sayang” kata BEJO

“Lho masak mas BEJO lupa dengan peta pas ke rumah Habib?”

“Lha ya itu. sampai batas desa ini sudah sesuai dengan aplikasi. Perasaan ada jalan lurus ke utara jalan setapak, tapi ini kok tidak ada ya?” BEJO terheran

“Bagaimana kalau kita tanyakan ke rumah warga atau warung terdekat?” usul isteri BEJO

“Ide bagus tuh”

Motor dinyalakan kembali dan BEJO berusaha mengingat-ingat peta perjalanan ke arah rumah habib Yohan.

HUTAN SENGON MILIK KAJI DOFIR

“Permisi pak, numpang tanya. Ke arah utara sana apa ada rumah lagi?” tanya BEJO kepada penjaga sebuah warung di ujung kampung.

“Tidak ada mas”

“Kalau rumah Habib Yohan, disebelah mana ya pak?” Tanya BEJO

“Habib Yohan? Siapa Habib Yohan? Saya kok baru dengar?” tanya balik penjaga warung

“Saya beberapa bulan lalu mengantar orang untuk bertamu ke Habib Yohan. Sekitaran sini di Wono Legiman. Saya pakai aplikasi NUMPANG yang biasanya itu lho pak” kata BEJO

“Di utara sana hanya ada hutan sengon milik kaji DOFIR, putera MBAH SOLEH AL KAFF, seorang wali” jawab Pemilik warung

Penjaga warung meneruskan:

“Disini sering ada kejadian orang nyasar mencari alamat yang tidak jelas mas”

Gbr Ilustrasi

Isteri BEJO merasa ketakutan dengan kejadian ini

“Mas Ayo pulang, aku takut”

Akhirnya BEJO memutuskan untuk pulang. Dia pamit kepada pemilik warung paling ujung ini. Sudah tidak ada lagi rumah sesudah warung ini.

Sementara dibelakang warung, seorang pria mirip Habib Yohan sedang duduk memperhatikan anak pemilik warung yang sedang ngaji membaca Alqur’an. Pria mirip habib Yohan ini tersenyum memperhatikan bacaan si anak yang belepotan.

Sementara itu pula, pemilik warung menatap kepergian BEJO dan isterinya dengan senyuman penuh misteri….

Wallahu A’lam…

TAMAT

Jika ada kesamaan nama dan tempat, penulis minta uang sebanyak-banyaknya.

BACA LAGI AH……

yohan Indrawijaya

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment