YAA SAYYIDI DAN PA600 RUSAK ( BAG 5)

SEBELUMNYA..( BAG 4 )

KTP dibaca oleh juragan HP. Juragan HP terheran – heran.

“Lho. Kok KTP dan nota ini sama, tapi wajah pembelinya kok beda ya mas?” juragan HP balik bertanya.

“Lha ya itu?” kata BEJO heran pula.

“Kalau nomer HP nya yang tertulis di Nota bagaimana mas? Mungkin ini nomer HP pembeli tadi itu mas” kata juragan HP.

“Itu nomer HP saya yang hilang. Semingguan lalu. Saya sampai gak bisa ngojek lagi ,mas” jawab BEJO.

“Lah dalah! kok aneh gini ya mas?” tanya juragan HP sambil geleng – geleng kepala.

“Lha ya itu..” ulang BEJO

“Sudah begini saja mas. Berhubung nama, alamat, dan nomer HP di nota itu identik dengan sampeyan, mungkin bapak itu berniat membelikan HP sampeyan mas. Sampeyan bawa saja dah” kata juragan HP

BEJO mulai semakin pusing. Dgn Lesu, HP 5 Juta ini BEJO bawa pulang.

ANEH BAGAIMANA MAS?

Setelah pamit undur diri ke pemilik toko HP, BEJO pulang ke rumahnya. Rupanya sang isteri telah menunggu dari sore tadi.

“Tumben mas BEJO, kok pulang lewat malam? Banyak orderan ya mas?” tanya sang isteri yang cantik.

“Oooh nggak sayang. Ini ada urusan aneh” Jawab BEJO.

“Aneh bagaimana mas?” tanya sang isteri curiga

“Bentar. Mas BEJO mandi dulu, terus sholat ya. Habis gitu kuberi cerita seru” kata BEJO sambil mengecup kening isteri cantiknya.

“Alhamdulillaah” kata isterinya. Alhamdulillah disini ternyata sang isteri bersyukur karena bejo sudah mau sholat dirumah. Biasanya musholla kecil di ujung dapur jarang dipakai sholat jama’ah oleh BEJO bersama anak isterinya.

Setelah sholat, BEJO bercerita panjang lebar tentang orderan sepi, orderan nyasar, pergi ke Duren Wono Legiman naik motor yang cuma 5 menit, diberi uang 1,5 untuk bayar servisan kibot, HP ketinggalan dan pria pembeli HP tapi atas nama BEJO.

“Mas boleh tahu dong, wajah pembeli HP nya mas? Siapa tahu saya kenal?” tanya sang Isteri.

“Oke. Sebentar”.

“Ini” kata bejo setelah mencarinya di HP jadul pinjaman dari saudaranya. 

“Ya ALLOH! ” teriak sang isteri

“Itu Romo Yai, Mas” ucap isteri BEJO.

Seketika sang isteri menangis histeris mengetahui bahwa yang membeli HP atas nama suaminya adalah ROMO KYAI LATIF, Pemimpin besar Jama’ah Sholawat Wahidiyah di daerah Kedunglo. Kediri.

Mengetahui isterinya menagis tersedu-sedu, BEJO ikut menangisi isterinya. Hari ini benar-benar aneh.

Gbr Ilustrasi: Alm. K.H.R Latief Madjid

“Aku setiap malam bermujahadah mas…memohon kepada ALLAH agar diberi solusi permasalahan kita. Beberapa minggu lalu mas BEJO bilang akan menyumbangkan ELECTONE 3 hari penuh untuk sunatan HELMI anak mbak IS, eeh la kok kibotnya rusak. Jebol komponen-nya”.

“Aku juga bingung mas harus bagaimana. Mau ikutan biyodoh ( bantuan tenaga untuk menata persiapan acara ) tapi ibu kan harus dijaga. Sakit. Ya aku paling bisa ya menangis kepada ALLOH tiap malam mas. Ngemis kepada ALLOH meminta solusi…” kata isteri BEJO sambil menangis sesenggukan.

Mereka menangis terharu berdua di dalam kamar meratapi nasib dan merasakan kebahagiaan atas pertolongan ALLAH kepada mereka berdua lewat para wali-wali NYA…

SEMUA KENA 1,3 JUTA MAS

Keesokan harinya BEJO pergi ke kota untuk mengambil servisan kibotnya.

“Mas, saya mau ambil servisan kibot PA600 saya” kata BEJO

“Ooh sudah selesai mas.Chipset nya memang rusak. Semua kena 1,3 Juta mas. Termasuk ongkos servis” jawab tukang servis

BEJO segera membayar biaya ganti komponen dan ongkos servis tersebut. Setelah menyelesaikan pembayaran, keyboard dikemas oleh petugas dan diserahkan kepada BEJO.

Rupanya Chipset Tukang servis terheran – heran tumben BEJO segera mengambil servisan. Alam-alam pandemi virus kopit begini orang – orang pada kesulitan untuk mencari uang besar.

“Mau saya pakai untuk ngisi acara di adik misanan saya mas” kata BEJO kepada tukang Servis

Gbr ilustrasi: Seorang anak setelah di khitan

Akhirnya, pada saat acara sunatan adik HELMI, BEJO betul – betul melaksanakan janjinya. Menyumbangkan musik Electone Tiga hari Tiga Malam untuk saudara-saudara nya yang rata-rata para pemain musik untuk mengisi hiburan dihajatan mbak IS, ibu dari HELMI. Penyanyi nya adalah saudara perempuan misanan suami Mbak IS ( MASJO ) dan para sinoman dan biyodoh ( kerabat kerja pria /wanita acara hajatan ).

Keyboard milik BEJO ini menambah meriahnya acara hiburan di rumah Mbah IS dan suaminya, MASJO. Sampai-sampai Kamtib desa mendatangi acara ini untuk meminta mematikan suara sound system yang disetel kelewat malam. Maklum hajatan adalah dekat masjid besar.

SELANJUTNYA:

yohan Indrawijaya

Share

2 Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment