YAA SAYYIDI DAN PA600 RUSAK ( BAG 3)

SEBELUMNYA (BAG 2)

BEJO segera menjauh dari kursi dan bergeser ke kursi lain. BEJO sayup – sayup mendengar pembicaraan mereka. Yang dibicarakan adalah seputar pondok pesantren, nama – nama kyai besar di Jawa, nama – nama tokoh politik di Indonesia, isu – isu Ulama dan habaib di Nusantara dan semua itu bagi BEJO tidak nyambung. Ia lebih nyambung urusan musik dan orkesan .

Gbr Ilustrasi: Ormas Islam

BACA KORAN SAJA DARIPADA DENGERIN ISTILAH-ISTILAH ANEH

Akhirnya bejo hanya membaca koran usang bekas pembungkus peralatan yang mungkin dibeli dari pasar. Lebih baik membaca koran saja daripada dengerin istilah aneh – aneh yang BEJO tidak kenal…..

Beberapa waktu kemudian, pak ISA berkata kepada si tuan rumah:

“Nuwun sewu Bib, ini ana mau  sampaikan syukron jazaa ( terima kasih sebesar – besarnya ) kepada Habib atas amalan yang telah habib ijazahkan kepada ana untuk mengatasi penyakit hareem ana” kata pak ISA

” Oh..gitu?. Ya. Saya terima. Terus sekarang bagaimana kabar harem antum?” tanya habib Yohan kepada pak ISA.

“Alhamdulillah hareem ana tidak jadi di-kemoterapi. Dokternya sampai terheran – heran kok bisa penyakit hareem ana bisa hilang begitu saja. Seperti dipindah” kata pak ISA.

“Subehanallooh…Allohu akbar” kata habib Yohan kepada pak ISA

“Karena itu ana kemari mau kasih habib hadiah berupa fulus sebagai tanda terima kasih ana. Siapa tahu fulus ini bisa bermanfaat untuk operasional habib sehari-hari” kata pak ISA sambil menyerahkan setumpuk uang ratusan ribu kepada sang habib

Muka habib Yohan berubah seperti tidak suka.

“Laa! ( jangan )… ana sudah dijamin oleh ALLOH! Wallohi ( Demi Tuhan )!” kata habib bernada keras seperti marah dan tidak terima.

Pak ISA menundukkan kepalanya.

BERIKAN KE MAS OJEK BAJU IJO

“Jadi, ana harus bagaimana bib? tanya pak ISA seperti merasa bersalah. Seperti ketakutan.

“Begini saja, Yaa akhi ISA. Antum kasihkan saja fulus antum kepada mas ojek baju ijo itu. Dia ini sedang butuh uang untuk membahagiakan saudara dan keluarga besarnya”kata habib Yohan kepada PAk ISA.

“Lho? kok mas ojek itu?” kata pak ISA seraya menoleh kepada BEJO. BEJO juga kaget kenapa ikut disebut dalam percakapan bernada keras habib tadi.

” Mas, sini mas” kata habib Yohan kepada BEJO

BEJO yang semakin heran segera mendekat kepada habib. Ada apa ini?

“Yaa akhi ISA. Kasihkan fulus antum 1,5 juta saja ke mas ojek ini” kata habib Yohan

Pak ISA manut saja dengan perintah sang habib. Lembaran uang ratusan ribu ini dihitung 15 lembar dan diberikan kepada BEJO.

Lembaran sisanya dimasukkan kembali ke dompet pak ISA.

BEJO hanya menatap 15 lembar uang 100 ribuan dimeja. BEJO hanya melongo. Ada apa ini?

Gbr Ilustrasi: Uang kertas 100 ribu

“Sudah mas, diterima saja. Ini uang yang antum harapkan beberapa hari ini kan? Besok antum harus segera selesaikan masalah antum dan hiburlah saudaramu nanti” ujar habib

BEJO tidak terasa dadanya berdegup keras dan air mata haru keluar dari matanya. Rupanya ia beberapa hari ini sedang pusing memikirkan bagaimana cara membayar biaya perbaikan keyboard musik electone KORG PA600 nya yang lumayan mahal. Belum lagi biaya hidup sehari-hari.

Ah.Sungguh tidak disangka hari ini….Tiba – tiba ada orderan nyasar, tiba- tiba harus ke Duren hanya dalam waktu 5 menit saja, terus yang terakhir ini, eeh diberi uang untuk ongkos servis keyboard.

“Matur nuwun pak” kata BEJO sambil menciumi tangan pak ISA dan habib Yohan. Dipungutnya lembaran uang dimeja itu.

“Ini sudah dirancang oleh ALLAH mas. Jangan berterima kasih kepada ana, tetapi berterima kasihlah kepada ALLAH” kata habib

NGOPI BAKDAL MAGHRIB

Setelah beberapa waktu percakapan, suasana normal kembali.Pak ISA pamit kepada gurunya.Demikian juga BEJO. kali ini BEJO pamitan kepada habib Yohan pakai cium tangan. Dasar BEJO!

BEJO sekarang mengantar pak ISA ke titik awal dimana ia menjemput pak ISA pada sore tadi. Karena disaat perjalanan tiba waktu maghrib, maka pak ISA meminta kepada BEJO untuk berhenti. Maghriban dulu. BEJO yang tidak biasa sholat rutin terpaksa ikutan sholat. Masak habis dikasih uang 1juta setengah diajak sholat jama’ah maghrib tidak mau? ah dasar.Itulah BEJO.

Selepas maghriban, disebelah masjid ada warung kecil. Pak ISA mengajak BEJO untuk minum kopi dan beberapa gorengan.Disela sela percakapan mereka, diketahui jika pak ISA adalah murid dari habib Yohan.

Pak ISA sempat mengatakan bahwa Habib Yohan ini adalah seorang wali nujaba’, akan tetapi pak ISA tidak menjelaskan apa nujaba’ ini dan BEJO sendiri tidak berani bertanya apa maksud wali nujaba’ ini.

Gbr Ilustrasi: Wali Nujaba’ adalah

selanjutnya:

yohan Indrawijaya

Share

2 Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment