TOMAT BU ISDIA

MULAI

BU ISDIA : BU RT YANG SENANG BERTANAM

Orang di sekitar bu Isdia semua tahu jika beliau ini punya hobi yang unik: Menanam tanaman sayur dan membagikannya kepada orang – orang sekitarnya.

Bu Isdia adalah seorang ibu rumah tangga yang tinggal di sebuah desa di daerah malang selatan. Sebut saja nama desanya adalah Lumbangsari. Desa Lumbangsari ini berjarak 13km arah selatan dari pusat kota Malang.

Disamping sebagai ibu Rumah Tangga, bu Isdia ini juga memiliki tugas sosial di kampungnya, yakni menjadi bu RT dan pengurus PKK di kampungnya. Sebagai bu RT, bu Isdia ini menemani sang suami yang sekaligus Ketua RT dikampungnya, sebut saja pak YOHAN .

Bu Isdia dan pak Yohan yang hobi menanam sayur polibag

Pak Yohan dan Bu Isdia ini sama sama memiliki hobi yang sama, yaitu menanam tanaman sayuran didalam Polibag. Tanaman yang ditanam oleh bu Isdia ini bermacam macam, antara lain Tomat, Cabai, Kacang, Bawang, Kangkung, Bayam, Sawi daging, Sawi sayur, Ciplukan, bunga Matahari, dan hampir semua selalu dibagi-bagikan kepada orang-orang disekitarnya yang mau bertanam seperti pasangan ini.

<KEMBALI>

MENCOBA TANAMAN BARU: TOMAT

Kali ini bu Isdia ingin mencoba menanam tanaman yang biasanya: TOMAT. Kenapa tomat? Ya. Tomat adalah sayuran yang mendapat julukan sebagai Buah. Sebagian orang mengatakan tomat adalah buah, sebagian lain orang mengatakan bahwa tomat adalah sayur.

Tomat adalah tanaman yang cukup mudah dalam penanamannya, dan cukup menyenangkan melihat buahnya ketika sudah mulai memerah. Akan lebih menyenangkan jika tomat yang tumbuh adalah sangat lebat dan ranum.

Sebelumnya bu Isdia dan pak Yohan pernah menanam buah Tomat ini setiap tahun. Tomat tidak bisa berusia lebih dari setahun. Setelah masa panen bulan ke 4 saja maka pohon tomat sudah tidak enak dipandang mata dan tidak bisa berbuah dengan bagus. Harus diganti dengan tanaman baru.

< KEMBALI >

TOMAT KEBUN DAN TOMAT POLIBAG

Tanaman tomat yang di tanam oleh bu Isdia adalah Tomat yang ditanam di polibag, bukan yang ditanam di kebun. Kenapa demikian? Ya. Bu Isdia tidak memiliki lahan pertanian maupun kebun.

Rumahnya berukuran kecil dan spasi untuk bertanam hanya lah yang ada di depan rumahnya. Akhirnya sisa tanah depan rumah inilah yang dimanfaatkan oleh bu Isdia untuk ditanami tanaman sayur.

Supaya bisa dipindah – pindah, maka bu Isdia menggunakan polibag sebagai media tanam. Polibag ini bisa dipindah-pindah kemanapun. Bisa ditata kesana -kemari sesuai dengan selera.

<KEMBALI>

PENYEMAIAN DAN PEMBIBITAN TOMAT

Untuk memulai menanam, kita akan dihadapi dua plihan untuk pembenihan: 1. Beli yang sudah jadi 2. Membuat pembibitan sendiri .

Karena untuk mempersingkat waktu, maka untuk tanaman tomat ini biasanya bu Isdia membeli bibit yang sudah siap pindah ke Polibag ataupun tegalan / kebun. Kenapa demikian? Ya. untuk mempersingkat waktu tanam. Karena jika kita memulai menanam dengan modal tunas tomat, resiko tumbuhnya sangat kecil bila kita tidak memiliki skill atau kemampuan untuk melakukan pembibitan tanaman ini.

Dibeberapa daerah, menanam tomat di tegalan / pekarangan juga berangkat dari bibit, bukan dari benih. Petani tinggal membuatkan lubang tanam untuk bibit yang baru saja didatangkan dari rumah persemaian.

Di Kecamatan sebelah, sebut saja Kota WAJAK, memiliki puluhan usaha pembibitan tanaman pangan bil khusus sayur dan buah-buahan. Harga bibitnyapun sangat murah. Karena itu khusus tanaman tomat ini bu Isdia selalu membeli dalam bentuk sudah berupa bibit yang telah tumbuh tinggi sekitar 5 cm.

<KEMBALI>

MEMINDAH BIBIT KE POLIBAG YANG TELAH DISIAPKAN

Pada tanggal 5 Agustus 2020, bu Isdia dolan ke kota Wajak dalam rangka mencari bibit tomat. Tidak banyak yang dibeli. Sekitar 10 bibit. Hanya 2 ribu rupiah saja.

Pada tanggal 6 Agustus 2020, Bibit yang didatangkan dari kota wajak ini dipindah ke Polibag yang lebih besar. Dipindah ke polibag besar karena pohon tomat ini nanti membutuhkan media tanam yang cukup besar guna memberi tempat untuk akar pohon supaya lebih bebas bergerak.

7 AGUSTUS 2020

Kenapa pohon tomat yang dipekarangan lebih lebat daripada yang di polibag? Jawabannya adalah karena akar pohon lebih leluasa mencari makan dan nutrisi yang diperlukan.

Jika menggunakan polibag maka tentu saja akar pohon tidak bisa kemana-mana . Belum lagi jika media tanam yang tidak subur dan tidak cukup nutrisi. Maka jelas pohon tomat ini akan menjadi kerdil atau istilah jawanya adalah “kunthet”.

<KEMBALI>

PUPUK MICIN

Untuk membikin pertumbuhan lebih baik, maka bu Isdia menggunakan pupuk vetsin atau orang Jawa mengatakan Micin. Micin adalah penyedap rasa masakan.

Karena keluarga bu Isia tidak begitu suka dengan micin, maka micin yang tidak terpakai digunakan oleh bu Isdia untuk pupuk tanaman tomat miliknya.

<KEMBALI>

SEBULAN KEMUDIAN

Setelah bibit dibiarkan tumbuh selama enam minggu, maka nampak tanaman tomat telah menunjukkan pertumbuhan yang baik. Tomat mulai tumbuh berbuah.

23 september 2020

Gambar diatas nampak kelihatan buah tomat masih berwarna hijau. Tidak menunggu lama lagi maka akan segea berganti warna menjadi berwarna merah.

Setiap hari tanaman ini disiram oleh bu Isdia menggunakan air kolam ikan yang ada di sebelah tanaman ini. Penyiraman dilakukan setiap pagi dan setiap sore.

2 oktober 2020

Buah tomat pun mulai berwarna menuju kemerah- merahan. Penyiraman tetap dilakukan dan daun-daun yang terlalu lebat harus digunting untuk mengurangi jumah daun.

Harapannya adalah supaya nutrisi tanah yang diambil oleh akar pohon hanya untuk kepentingan pembesaran buah saja.

<KEMBALI>

SEMAKIN MERAH MERATA

Semakin hari semakin memerah saja buah tomat milik bu Isdia ini. Semula yang berwarna merah hanya 2 butir buah, semakin hari semakin banyak saja yang berwarna merah.

5 oktober 2020

Ini menandakan bahwa buah tomat telah masuk di masa matang atau masak pohon.

08 oktober 2020

Sambil menunggu hari ke hari, maka semakin rata warna merah yang meliputi butir buah tomat ini.

Sementara yang paling ujung dari untaian buah ini juga nampak mulai berwarna merah.

10 oktober 2020

<KEMBALI>

PETIK TOMAT BU ISDIA

Hingga akhirnya pada hari yang telah ditentukan, tanggal 11 Oktober 2020 bu Isdia memetik buah tomat ini. Dari 5 pohon buah tomat ini, bu Isdia hanya memetik buah yang berwarna merah saja dan berwarna hijau matang saja.

Petikan buah ini diletakkan di ember bekas kaleng cat milik pak RT saat mengecat rumah untuk agustusan kemarin. Sebentar lagi si tomat ini akan dipindah ke cucian dibelakang rumah bu Isdia untuk dibersihkan dari debu dan kotoran tanaman lainnya

Sebelum di olah dan dibagi-bagikan ke rumah saudara dan para tetangga, terlebih dahulu bu Isdia mencuci buah ini biar nampak lebih segar dan bersih.

Seperti biasa bu Isdia harus mengabadikan buah ini sebelum di eksekusi.

Tomat panenan bu RT

Panen kecil- kecilan buah tomat kali ini setelah ditimbang oleh bu Isdia konon mencapai bobot sekitar 2 kilogram untuk sekali panen tomat depan rumah.Seminggu lagi bu Isdia berencana akan memanen lagi tomat yang belu masak untuk dibagikan ke saudara dan tetangga.

Hobi menanam bu Isdia ini perlu ditiru oleh para ibu-ibu pengurus rumah tangga se Indonesia bahkan sedunia. Akan lebih bagus lagi apabila yang ditanam bukan hanya satu item saja. Seorang ibu rumah tangga yang memiliki tanaman depan rumah seperti cabai, bawang merah, bawang putih, daun serai, daun salam, kacang panjang, pepaya, dan aneka pohon bah dan tanaman sayur, maka pasti depan rumahnya akan nampak asri dan alami.

Sebenarnya langkah bu Isdia ini termasuk melakukan ketahanan pangan. Karena apa yang dilakukan ini adalah cara menekan ketergantungan pada pasar dan jika saja ada permasalahan harga bahan pokok seperti harga tomat ini, bu Isdia tidak terpengaruh. Andaikata hal ini dilakukan oleh ibu-ibu se Indonesia, maka bisa dipastikan tidak akan ada gejolak naik turun harga tanaman sayur di masyarakat.

Sampai jumpa dicatatan tanam bu Isdia yang lainnya.

< KEMBALI >

(Visited 1 times, 1 visits today)

yohan Indrawijaya

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment