SKEMA PREAMP AMPEG SBT

Mulai

PREAMP BUATAN 1969

Pada era 60, Ampli dengan transistor adalah sangat canggih dijamannya. Apalagi ampli dengan menggunakan IC, wah pasti lebih canggih. Pada era 60 IC masih dipakai untuk komponen canggih seperti Komputer, mesin Industri maju, dan Televisi.

Kali ini saya nemu skema Preamp merk AMPEG dengan kode SBT. AMPEG adalah ampli buatan Amerika yang terkenal. AMPEG kurang begitu dikenal di Indonesia karena pada saat itu harganya masih mahal.

Berikut ini adalah penampakan MODUL PREAMP AMPEG SBT buatan tahun 1969:

Sumber Gambar: REVERB.com

Jika kita perhatikan disini, ada 4 soket input, ada 2 blok kotak. Kotak pertama berisikan 4 potensio dan kotak ke 2 ada 3 potensio.

Kotak pertama berisikan 4 potensio itu untuk fungsi berikut: VOLUME, TREBLE, MIDRANGE, dan BASS. Sedangkan kotak satunya berisikan 3 potensio untuk fungsi berikut: VOLUME, TREBLE, dan BASS.

Diatas potensio juga ada hitam-hitam yang merupakan saklar selector untuk memilih ULTRA LOW, ULTRA MID, dan ULTRA HI.

Bagaimana isi dalamnya ya?

SKEMA PREAMP

Soket Akai untuk inlet ampli ini ada 4 buah. 2 untuk Channel 1 dan 2 untuk Channel 2. Channel 1 berisikan soket untuk sinyal normal dan sinyal bright. Channel 2 berisikan soket untuk sinyal normal dan sinyal bright.

Output dari 2 macam penguat ini Q6 dan Q7 selanjutnya bertemu dan di kuatkan lagi oleh Q9. Penguatan dari transistor ini sekitar 420 – 800.

Transistor untuk preamp menggunakan nomer BC169B. Pada era 60 akhir, transistor ini konon merupakan transistor terkenal.

<BACA LAGI>

SKEMA ACTIVE FILTER

Saklar Ultra Low Switch berfungsi untuk mem BY PASS dan meng aktifkan apakah rangkaian pass filter untuk frekwensi high dan low. Pada skema dibawah ini, berarti rangkaian active filter tidak dipakai. Jika saklar dipindah, maka sinya audio dari gitar akan melewati R60 dan R61, C35 dan C36.

Sinyal dari rangkaian RC filter ini akan diperkuat kembali oleh Q10.

SKEMA TONE KONTROL

Skema tone control dari AMPEG SBT ini menggunakan sistim tone control pasif seperti tone control jaman lampu tabung.

Q10 yang telah memperkuat sinyal audio, selanjutnya masuk ke rangkaian RC dan potensio untuk treble dan bass.

Jika kita perhatikan, maka Nampak skema tone control ini menggunakan skema lumrah atau umum. Selanjutnya sinyal dari rangkaian RC ini diperkuat kembali oleh transistor Q11 untuk masuk ke penguat Driver.

<BACA LAGI>

SKEMA DRIVER OUTPUT

Sinyal dari tone kontroll ini selanjutnya diperkuat oleh rangkain driver. Rangkaian driver ini menggunakan 2 transistor yang bekerja dalam 2 tingkat. Q12 berfungsi untuk memperkuat tegangan, sementara Q13 berfungsi untuk memperkuat arus.

Output J5 ini akan dihubungkan ke Power Amplifier.

<BACA LAGI>

HARUS PAKAI AMPLI

Benar. Modul ini hanyalah sebuah rangkaian prosesor suara gitar supaya bisa djadikan sinyal menjadi suara melalui sebuah amplifier tentunya.

Beberapa musisi jaman 70-an menggunakan macam-macam power amplifier untuk meng ampli sinyal output dari modul ini. Ampeg juga memiliki macam-macam Ampli untuk pasangan AMPEG SBT ini.

HOBBI DAN SIMULASI

Jika kita melihat skema dari modul Premap buatan AMPEG ini, sepertinya tidak ada yang sulit untuk ditembak untuk percobaan OMBRO musisi Indonesia maupun musisi yang senang dengan DIY ( Do It Yourself ).

<BACA LAGI>

(Visited 1 times, 1 visits today)

yohan Indrawijaya

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment