MONITORNYA DISINI, POWER METERNYA DISANA, PROTOKOLNYA OPC SAJA.

Oleh: Yohan Indrawijaya.

START

PADA SUATU RAPAT

Pada suatu hari, seorang kepala seksi sebuah stasiun LISTRIK bernama (sebut saja) pak KUZNENTSOV atau biasa dipanggil dengan nama PAK KUS berpindah tempat / meja. Karena kepentingan perusahaan yang urgent, maka meja kerja beliau harus dipindah ke kantor terpadu, yang bergeser sekitar 1km dari mejanya dahulu. Pak KUS nama KTP nya adalah Wiro Kuznentsov dan keturunan etnis campuran ,yakni blasteran Rusia – Boyolali ( Indonesia ).

Karena ia harus senantiasa mengawasi parameter Listrik di areanya, maka ia bingung, bagaimana caranya? apakah komputernya juga dipindah? Ternyata tidak boleh. Karena PC yang ada di mejanya adalah PC dengan kemampuan lawas alias berprosesor pentium-4. Sedangkan dimejanya yang baru sudah disediakan komputer dengan kemampuan i7 generasi terakhir, 64bit, memori 16Giga, Kartu grafis 4GB 512bit, dan seabrek fitur hebat lainnya.

Ini berarti pak KUS harus membuat lagi sebuah aplikasi yang bisa membaca parameter dilapangan.

Selanjutnya pak KUS memanggil pak JON untuk membuatkan sebuah aplikasi yang bisa memantau parameter Kelistrikan di pabrik. Meskipun pak KUS mejanya bergeser 1kilometer, tapi tetap tidak ketinggalan angka – angka yang ada di Pabriknya

TOLONG BUATKAN APLIKASI

“Pak JON, tolong dibuatkan aplikasi yang isinya adalah saya bisa memantau setiap saat parameter di kantor saya” pak kuz berkata.

“Siap!. Oh iya pak KUS pingin yang menggunakan apa nih?” tanya balik pak JON

“Sembarang yang penting informatif” kata pak KUS

“Saya ada pilihan buat pak KUS, bisa menggunakan aplikasi sederhana dengan Microsoft Excell, aplikasi lebih ringan dengan Visual BASIC, aplikasi lebih naik menggunakan Delphi, aplikasi yang lebih manju ada SCADA yang menggunakan WONDERWARE, WINLOG, VIJEO, FTVIEW dan lain banyak pak”

“WINLOG? Apa tuh? Tanya pak KUS

“Winlog ini buatan Sielco Sistemi pak” Jawab pak JON

“Mahal nggak?” tanya pak KUS

“Jauh lebih murah dari teman – temannya sesama SCADA. Harga bisa dicek DISINI pak” kata pak JON

“Lalu?”

“Ya cukup kita daftar untuk download gratis DISINI lalu isi formulir untuk diberi Link Gratis pak” kata pak JON

“Selanjutnya kita akan diberi link untuk Download DISINI pak”

“Ukuran berapa Giga untuk installernya pak?” tanya pak KUS

” Sekitar ( saat artikel ini diketik ) 237MB pak”

“Wah, lumayan besar ya…”

“Kalau ukuran SCADA ya masih kecil pak” kata pak JON

<KEMBALI>

INSTALLASI SOFTWARE

Software yang telah diberi oleh SIELCO SISTEMI ini tidak gratis-tis. Ternyata cuman GRATIS DOWNLOAD DOANG.

Setelah berhasil di download maka kita coba untuk langsung di klik saja

file downloaded

Terbukti setelah didownload maka software ini diinstall oleh pak JON

Note: termasuk juga install Java Runtime

Installasi telah selesai. Akhirilah dengan klik Finish.

Finish installasi Winlog

<KEMBALI>

MEMBUAT PROJECT BARU

Setelah software terinstall, maka kita coba untuk melakukan pembuatan sebuah project Monitoring Parameter Listrik.

Sekarang kita coba klik aplikasi ini untuk pertama kali. Maka akan tampil sebuah jendela seperti berikut ini:

Untuk memulai sebuah Project, maka kita arahkan mouse ke tab Project> New> Empty Project

Akan muncul sebuah file dan ubahlah nama file tersebut sesuai dengan permintaan. Dalam artikel ini kita beri nama Paralistrik.

<KEMBALI>

MENDAFTARKAN PLC DAN PROTOKOL

Untuk mendaftarkan PLC dn jenis protokol, maka arahkan mouse ke icon Paralistrik> Configuration> Channel > 1 > Configuration: OPC Client

Jika pada kolom OPC hanya ada isian kosong, berarti project ini tidak mungkin bisa diteruskan. Anda harus belajar membikin File CX Server OPC DISINI. Akan tetapi jika sudah ada aplikasi yang berjalan, maka project ini bisa diteruskan.

Pada artikel ini diceritakan bahwa komputer telah memiliki aplikasi CX Server OPC buatan OMRON. Untuk menjalankan aplikasi ini, kita harus klik untuk start aplikasi OPC Server ini.

Aplikasi ini bersembunyi di sistim background computer dan untuk bisa mengaksesnya, kita bisa mengarahkan mouse ke pojok kanan bawah layar komputer dan membuat atau membuka file . Perhatikan icon simbol OPC Server> Klik kanan> Select CX-Server Project…..

Ceritanya, komputer telah memiliki file project untuk OPC client ini yang telah dipakai oleh pak KUS di ruangannya yang lawas. Pada artikel ini diceritakan bahwa parameter yang diawasi adalah ratusan parameter.

Karena jika saya ketikkan disini ratusan parameter, maka pasti akan memakan waktu dan mengulang – ulang setting yang membuang waktu. Akhirnya saya putuskan bahwa “diceritakan bahwa” komputer pak KUS memiliki 6 parameter Listrik, yakni: Ampere R, Ampere S, Ampere T, Ampere Total, Tegangan AVG, Daya Total, Cos-Q, dan Frekwensi . Yang kesemua parameter ini diambil dari sebuah Power Meter di sebuah sumber Listrik, yakni Travo gardu masuk dari PLN sebesar 20kilovolt.

<KEMBALI>

MENENTUKAN MANA SAJA PARAMETER YANG AKAN DIMONITORING

Pada gambar dibawah ini nampak dijelaskan bahwa parameter yang dimonitoring ada pada alamat memori dari sebuah PLC di area Power Listrik tempat pak KUS mengawasi stasiunnya. Karena PLC terhubung via LAN, maka dengan mudah parameter ini bisa dibaca oleh aplikasi CX PROGRAMMER milik OMRON untuk membaca isi dari PLC OMRON yang tengah berada di stasiun Power Listrik sekitar 1 kilo dari meja pak KUS.

Angka pada alamat memori D5078, D5080, D5082, D5084, D5086, D5088, D5090 dan D5092 inilah yang akan dicatat untuk ditampilkan pada layar komputer pak KUS yang baru.

Perlu diketahui disini bahwa jenis bilangan yang nampak pada gambar adalah jenis bilangan REAL. Ada beberapa yang mengatakan bahwa ini adalah bilangan FLOATING POINT.

Pada protocol OPC yang normal, maka ketika kita memilih setting OPC sebagai protokol nomer 1, maka biasanya muncul gambar sebagai berikut:

Jika pada kolom kolom Server node dan OPC server ada tulisannya, berarti OPS yang berjalan pada komputer kita tidak mengalami kendala.

Pada gambar diatas dijelaskan bahwa Komputer kita telah bertindak sebagai server OPC milik OMRON.

<KEMBALI>

MENDAFTARKAN ITEM DAN SETTINGNYA

Setelah protokol telah didaftarkan, maka langkah selanjutnya kita mendaftarkan item parameter. Tujuan dari mendaftarkan item parameter ini adalah untuk memasukkan sebuah titik / point parameter yang akan dibaca.

Arahkan Mouse pada icon GATE> Numeric. Maka akan muncul windows baru. Selanjutnya arahakan Mouse ke icon Insert untuk memasukkan parameter item.

Selanjutnya kita setting parameter tersebut mulai dari nama daftaran parameter yang tersedia pada aplikasi OPC server, type waktu sampling, jenis bilangan, dan skaling lainnya seperti gambar dibawah ini:

<KEMBALI>

MEMBUATKAN FORM PENAMPIL

Untuk membuat sebuah penampil / display, maka kita harus membuat sebuah file template.

Adapun cara untuk membuat file template adalah dengan cara kita arahkan mouse ke icon Template> New Folder.

Selanjutnya New Folder ini kita beri nama dengan jalan klik New Folder> Rename, selanjutnya kita isi dengan nama ( contoh ) POWER1.

Selanjutnya kita klik icon POWER1, maka akan ada bidang kosong di sisi kanan layar. Kita isi sebuah template dengan jalan mengklik kanan> New> Template.

File tersebut oleh sistem diberi nama No name. Untuk mempermudah, maka kita beri nama ( contoh ) Halaman1 dengan jalan Rename.

Selanjutnya template Halaman1 ini kita buka dengan jalan > Open

Selanjutnya kita mengisi kotak kosong pada kolom bertuliskan Gates untuk kita masukkan nama paremeter yang dibutuhkan pada Halaman1 ini.

Kita mulai dari mengklik tab drop down pada kolom Gates, kemudian muncul jendela baru, selanjutnya kita klik tanda + untuk memasukkan parameter, selanjutnya akan muncul jendela parameter.

Selanjutnya kita pilih yang berjenis Numeric. Maka akan muncul segala parameter yang mengandung jenis bilangan angka ( Numeric ). Kita klik tulisa AMP_R dan kita akhiri dengan klik tab OK.

<KEMBALI>

DISPLAY PERAGA: METER 180

Kemudian pada halaman kosong disebelah kanan, kita isi dengan sebua alat peraga, yakni Rotational Gauge . Arahkan mouse ke tab Gadget> 180 Meter selanjutnya kita drag and drop ke layar kosong. Ukuran kita bikin menyesuaikan.

Untuk melakukan kustomisasi, maka kita bisa merubah ukuran, warna dan angka pada gambar diatas dengan jalan memanfaatkan kolom pilihan pada sebelah kiri yang berisikan pilihan – pilihan setting.

Pada artikel ini, saya buat contoh sebagai berikut:

  • Description Text : AMPERE R
  • Description Font: Arial, Narrow, 14
  • Sector Color 1: Yellow
  • % Sector 1 : 0 sampai 20%
  • Sector Color 2 : Lime
  • % Sector 2: 20% sampai 80%
  • Sector Color 3 : Red
  • % Sector 3: 80% sampai 100%
  • Point type: 1
  • Background: Sky Blue
  • Max value: 20. ( Ceritanya rata – rata tampil di angka 5 sampai 11).

Dari hasil kustom setting tersebut maka akan nampak gambar sebagai berikut:

Selanjutnya berilah alamat pada gambar hasil kustom setting kita dengan mengarahkan kolom Gates ke alamat pada template.

Tutuplah halaman template builder ini dan simpanlah setingan ini.

<KEMBALI>

MENDAFTARKAN TEMPLATE KE DALAM DISPLAY APLIKASI UTAMA

Kembali ke Project manager. Arahkan Mouse anda ke icon Configuration> Template> Open. Kita masukkan gambar template tadi ke dalam display kita seperti contoh dibawah ini:

<KEMBALI>

RUN PROGRAM

Selanjutnya kita coba untuk lakukan RUN program dengan jalan klik nama Project > RUN>. Jika tidak ada halangan berhubungan dengan setting, maka akan segera muncul gambar seperti dibawah ini:

Kita bisa menambahkan tulisan angka digital untuk membantu operator maupun pengawas dalam menganalisa angka baca pada meter diatas dengan menggunakan menu EDIT. Untuk mencari menu edit, dapat diketahui dengan mengarahkan Mouse ke tab Standard> EDIT

Contoh Settingan adalah sebagai berikut:

  • Background Color: Putih
  • Font: Book Antiqua, 28, 0011
  • Gate: NUM,AMP_R,1

Selanjutnya jika kita lakukan RUN kembali, maka akan menjadi seperti dibawah ini:

Setelah melakukan settingan yang sama untuk parameter yang lain, maka akan menjadi sebuah aplikasi cantik sederhana seperti dibawah ini:

Dibawah ini saya sertakan contoh video hasil kustum setting monitoring kepunyaan pak KUZNET.

Semoga artikel ini bermanfaat.

<KEMBALI>

yohan Indrawijaya

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment