AMPLI BASS SWR STRAWBERRY BLONDE

MULAI

SWR adalah singkatan dari Steve W. Rabe. SWR adalah seorang teknisi dan enjiner yang pernah bekerja di pabrik audio terkenal: ASOUSTIC CONTROL CORPORATION. Ia kemudian memutuskan untuk mendirikan usaha sendiri menurut kemampuannya.

DIMULAI DARI BENGKEL AUDIO DI GARASI RUMAH

Menurut WIKI, Ia mendirikan usahanya dimulai dari sebuah garasi mobil dirumahnya sekitar 84. Pada saat itu ia berhasi membikin beberapa ampli saja untuk kontrol bass dan kemudian semakin banyak orderan dan usahanya semakin membesar .

Pada tahun 2003 usaha ini dibeli oleh Fender. Selanjutnya SWR sudah tidak berproduksi sejak 2013 lalu. Akan tetapi alat – alat audionya masih bertebaran di dunia.

STRAWBERRY BLONDE

Kali ini saya nemu sebuah skema ampli gitar yang warna casingnya sangat ceria: warna strawberry blonde. Karena itu saya coba untuk menyajikan skemanya untuk anda.

https://1.bp.blogspot.com/-9RwB3CNOnxY/YBF-X9IKVKI/AAAAAAAAAck/LhLMhJLMW4Yh5iQ2hvpYlmYCmt-a87l7gCLcBGAsYHQ/s500/MUSICIANSFRIEND_COM.jpg
Gambar dicomot dari MUSICIANS FRIEND_COM

Ampli Strawberry blonde ini buatan tahun 2000. Output sekitar 80Watt. Sebetulnya ampli ini memiliki fitur internal reverb yang bergaya lawas, akan tetapi tidak saya bahas di artikel ini.

Berikut ini adalah penampakan dari sebuah ampli gitar buatan SWR dengan nama STRAWBERRY BLONDE ini:

PANEL DEPAN AMPLI INI

Jika kita melihat panel depan dari ampli ini, maka akan nampak bahwa potensio yang dilibatkan adalah GAIN, AURAL ENHANCER, BASS, MIDRANGE, TREBLE, EFFECT BLEND, REVERB, dan MASTER VOLUME.

Sekarang kita lihat isi dalam dari ampli berwarna manis ini ya…

SKEMA PREAMP

Sinyal input dari gitar ini diperkuat oleh OPAMP 1A dengan gain senilai ( R3/R2). Hasil penguatan ini selanjutnya masuk ke rangkaian filter nada untuk di pilih range nada yang di inginkan.

Filter nada ini dimulai dari R4 hingga R59. Untuk nada trebele dilewatkan ke R6 dan C3, sementara nada bass dilewatkan ke R7 dan C4. C5 bertugas untuk meredah nada yang lebih tinggi supaya yang lewat nada cenderung bass saja. Sementara Potensio R9 yang bertugas sebagai Aural Enhancer berfungsi sebagai pemilih nada cenderung nada tengah hingga ke nada bass.

Setelah lewat ke rangkaian Enhancer ini, maka sinyal ini dilewatkan ke Potensio R14 ( Gain ) untuk diperkuat oleh OPAMP U1B.

SKEMA EQUALIZER

Sinyal output dari Pream OPAMP U1B ini selanjutnya dimasukkan ke rangkaian Equalizer 3 channel.

Jika kita perhatikan, hanya channel treble saja yang menggunakan komponen pasif, selanjutnya untuk middle dan bass harus menggunakan komponen OPAMP ( U2A dan U2B )

Setelah diperkuat oleh OPAMP U3, maka sinyal ini dilewatkan ke soket output untuk kepentingan effek di luar ampli lewat jalur SEND dan RETURN.

Akan tetapi jika tidak dipakai, maka sinyal audio ini akan lewat dari R29, R60, Potensio R31, R33 dan R34 ketemu lagi dengan outputan U3 yang lewat R30.

SKEMA REVERB

Pada era sebelum 2000, biasanya ampli menggunakan effek reverb dari pegas atau orang Jawa mengatakan denga Echo Pir( pegas). Seperti skema dibawah ini.

Sinyal sebelum reverb dan sesudah reverb ini bertemu pada pin 6 OPAMP 3B ( TL072 ) untuk dicampur. Selanjutnya output dari OPAMP U3B ini dihubungkan ke Potensio Master Volume untuk dilarikan ke rangkaian Power Amplifier.

Pada rangkaian Master Out ini disediakan rangkain untuk Line Output untuk kepentingan amplifikasi maupun pencampuran di master mixer. Akan tetapi sinyal output untuk Line Output ini menggunakan sinyal balans.

SKEMA POWER AMPLIFIER

Sementara ampli gitar banyak yang menggunakan transistor sebagai Power Amplifier, SWR malah mencoba dengan sebuah IC power, yakni TDA7294.

Menurut pabriknya, ampli ini sanggup mengeluarkan daya hingga 100W pada beban 4 Ohm tegangan simetris 29VDC. Pada pemakaian normal dengan distorsi kecil dibawah 1%, IC ini mampu mengeluarkan daya hingga 70W pada supplai 35VDC simetris dengan beban 8 Ohm.

Ampli ini memungkinkan untuk ditembak atau ditiru di bengkel musik anda. Selamat mencoba.

<BACA LAGI>

(Visited 1 times, 1 visits today)

yohan Indrawijaya

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment